Film Panjang Itu Berjudul “Timnas U-19”
Timnas U-19 sontak berubah wajah. Dari sebelumnya tim yang tak dikenal, hingga menjadi istilah baru bagi persepakbolaan dalam negeri. Bahkan mungkin haya di Indonesia pamor tim junior bisa mengalahkan tim senipr. Semua mengira jika ini sudah mencapai klimaks film, namun ternyata kita lupa, adegan puncak masih setahun kemudian.
Dialog dan kutipan menarik menjadi bumbu lain dari “film” ini. Anda tentu masih ingat pernyataan Indra Sjafri dalam konferensi pers menjelang lawan Korea Selatan.
“Jangan terlalu dibesar-besarkan soal Korsel. Indonesia lebih besar dari Korsel. Sampaikan kepada Korsel, kami akan mengalahkan mereka pada 12 Oktober nanti,”. Tak banyak pelatih Indonesia yang berani melakukan psy war, namun Indra Sjafri berani melakukan itu. Belum lagi pernyataan sang kapten Evan Dimas, yang seakan mengamini penyataan sang pelatih.
“Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan,”. Ucapan yang sedikit congkak, meski bisa dimaklumi bukankah semua remaja merasa bisa menaklukan dunia? Dan, luar biasamya pernyataan keduanya terbukti manjur. Korsel yang merupakan raksasa Asia mampu ditundukkan, dan anak muda yang berlagak cukup congkak itu menunjukan kebolehannya dengan mencatat hat-trick malam itu.
Semua makin sempurna. Kisah dramatis, dialog yang memorable, namun..ah iya, plot twist.
Pasca rentetan hasil gemilang selama tahun tersebut, banyak yang lupa jika mereka ini masih lah anak remaja. Mereka hanya anak-anak yang ingin bermain bola senikmat mungkin. Tapi banyak pihak berpikiran lain, terutama PSSI dan bola mania dalam negeri. Remaja ini dibebankan “misi suci” menyelamatkan wajah sepak bola Indonesia. Beban yang dirasa sudah tak kuat lagi dipikul bahu kakak mereka di timnas senior, dan merasa bahu muda nan tegap ini yang lebih mampu memikulnya.
Indra Sjafri yang dari awal “film” dikisahkan telah mengorbankan uang dan waktu pun, mendapat kompensasi. Namun bak menjual jiwa kepada setan, kompensasi ini tak gratis. Syaratnya, anak asuhnya rela dijadikan alat propaganda pengurus PSSI pasca re-unifikasi. Mereka memang tidak muncul sebagai bintang iklan sosis, tapi mereka harus rela berkeliling Indonesia bak band pop yang melakukan roadshow guna promosi album.
Sebagai anak muda, tentulah mengasyikan rasanya dapat bermain dengan ribuan supporter yang mengelu-elukan nama mereka. Tapi semua memiliki titik jenuh. Sepak bola yang dahulu jadi tempat mereka melepas tawa, berubah menjadi sebuah rutinitas.
Parahnya lagi, timnas U-19 diperlakukan bak artis yang hanya diwajibkan menghibur penonton. Tak peduli punya banyak lagu, tak peduli punya banyak improvisasi, yang penting lagu andalan tetap dimainkan. Masalah unjuk skil dan cari ilmu, nomor sekian. Tak usah macam-macam, asal penonton senang.
Indra Sjafri pun relatif tak merubah komposisi taktik atau pun pemain. Tak pernah kita lihat ada variasi permainan, misalkan Evan Dimas bermain sebagai false nine, bermain dengan formasi non 4-3-3, atau eksperimen yang lain. Dari 40 pertandingan, hanya satu pola yang dipakai, terpenting tim asuhannya menang.
Pernah sekali Indra Sjafri mencoba melakukan serangan dari tengah saat menghadai Myanmar, dan saat itu Ilham Udin dkk keok. Sejak itu taktik yang sama tak pernah dicoba kembali. Mereka seakan takut tampil “fals”, padahal seperti yang disebutkan, ini hanya latihan, dan panggung sebenarnya di Piala Asia.
Selalu tampil dengan pola yang sama membuat lawan mudah membaca permainan Indonesia. Pilihannya ada dua : mainkan garis pertahanan yang amat rendah atau mainkan pressing yang amat ketat. Turnamen Hasanah Bolkiah di Brunei menjadi awal kehancuran. Brunei yang bermain amat defensif berhasil menang dengan skor 3-1, skor yang sama saat menghadapi Vietnam dengan pressing ketatnya. Hasil minor juga didapat saat melawan Kamboja.
Piala Asia yang menjadi puncak penutup cerita pada “film” ini menjadi akhir yang tak terduga. Jika biasanaya dalam film Holywood, maka timnas akan tampil sebagai juara, atau minimal kalah di final dengan cara elegam, kali ini sebaliknya. Mereka langsung tersingkir di babak penyisihan.
Bagi para pundit, kegagalan ini bukan hasil yang mengejutkan, namun bagi para penggila bola yang masih optimis, tentu ini bak plot twist yang tak pernah diduga sejak awal cerita. Belum lagi dengan predikat nihil poin yang mereka torehkan, tentu diluar ekspektasi para pemerhati kisah ini.
Ternyata ini bukan lah film Cinderella Man, sebuah film dengan akhirnya yang bisa diprediksi sejak awal.
Komentar Pengunjung
Latest News
-
Sapphire Bet: métodos de pago rápidos y seguros para tus apuestas
En el mundo de los casinos en línea, la velocidad...
- Posted August 6, 2026
- 0
-
MyStake Casino Review: Quick Wins and Mobile Thrills for Short‑Burst Play
1. The Short‑Session Mindset at MyStake MyStake has carved out...
- Posted August 6, 2026
- 0
-
Cumspin Online Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slot Action
1. Quick‑Hit Thrills – The Pulse of Short Sessions When...
- Posted August 6, 2026
- 0
-
Thrill Online Casino Review: Quick Mobile Play for Thrill Seekers
1. Instant Thrill on Your Palm When you open the...
- Posted August 6, 2026
- 0
-
My Empire Casino: Vincite Quick‑Hit e Gloria Immediata
1. Il Battito del Gioco a Velocità Veloce Quando effettui...
- Posted August 6, 2026
- 0
-
Aviator Game: Dominar el Riesgo Controlado en Acción de Alto Vuelo
The Aviator Game ha creado su nicho entre los títulos...
- Posted August 6, 2026
- 0
-
Rooster Bet Casino: Quick‑Hit Slots, Rapid Roulette & Instant Wins for the Fast‑Paced Player
If you’re looking for a place where every spin feels...
- Posted August 5, 2026
- 0
-
Sapphire Bet: métodos de pago rápidos y seguros para tus apuestas
En el mundo de los casinos en línea, la...
- 6 August 2026
- 0
-
MyStake Casino Review: Quick Wins and Mobile Thrills for Short‑Burst Play
1. The Short‑Session Mindset at MyStake MyStake has carved...
- 6 August 2026
- 0
-
Cumspin Online Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slot Action
1. Quick‑Hit Thrills – The Pulse of Short Sessions...
- 6 August 2026
- 0
-
Thrill Online Casino Review: Quick Mobile Play for Thrill Seekers
1. Instant Thrill on Your Palm When you open...
- 6 August 2026
- 0
-
My Empire Casino: Vincite Quick‑Hit e Gloria Immediata
1. Il Battito del Gioco a Velocità Veloce Quando...
- 6 August 2026
- 0
-
Manchester City Rebut Kembali Juara Liga Inggris
Manchester, FDSInews – Manchester City akhirnya sukses menjadi kampiun...
- 12 May 2014
- 8
-
BTN La Nyalla Gagal Mencetak Pemain Timnas Yang Teladan
Jakarta, FDSInews – Badan Tim Nasional (BTN) PSSI yang...
- 12 May 2014
- 6
-
Final Liga Inggris, Siapa Yang Akan Menangis?
Liga Inggris akan mencapai puncaknya pekan ini. Hanya tersisa...
- 9 May 2014
- 5
-
Ditekuk Myanmar, Garuda Jaya Terpaksa Kembali Ke Bumi
Himam Miladi – FDSINews Kekalahan skuad Garuda Jaya dari...
- 8 May 2014
- 3




