Fokus: Keuangan PSSI Tidak Transparan, Suporter Menggugat dan Panggilan Sidang KIP

Pada 16 October 2014 04:45 WIB
Prev3 of 4Next

Aji Mumpung  PSSI dan Selalu Berlindung dalam Statuta

FDSI mengajukan gugatan ke KIP. foto: fdsi

FDSI mengajukan gugatan ke KIP . foto: fdsi/istimewa

Euforia Timnas U-19 yang sangat meriah di sentaro tanah air karena prestasi yang sangat gemilang dan membanggakan, menjadi juara piala AFF, lolos babak Kualifikasi Piala Asia serta sebelumnya memperoleh 2 kali gelar juara HKFA, hal tersebut membuat PSSI tergiur dan bak kena durian runtuh memanfaatkan momen tersebut dengan sangat baik untuk mendulang pemasukan, membelah timnas jadi dua, rimnas U-19 A dan timnas U-19 b mengikut sertakan di 2 kejuaraan yang berbeda dan tentu disiarkan oleh TV yang memegang hak siar timnas tersebut.

Rifqi Azmi dari FDSI mengatakan bahwa dampak dari aji mumpung PSSI  terkait hak siar dan transparansi dana berdampak kepada prestasi timnas itu sendiri.

“ Kemerosotan prestasi timnas U19 di Myanmar kemarin adalah buah dari kerja federasi selama ini yang terkesan aji mumpung dengan ketenaran tim anak asuh Indra Sjafrie, mereka terlalu mementingkan uang hak siar dari hasil tur nusantara.” kata Rifqi.

” PSSI kami laporkan karena tidak patuh terhadap UU 14 Tahun 2008 tentang KIP dengan tidak memberikan laporan keuangan kepada supporter.”  Rifqi Azmi  menambahkan.

Sementara itu Helmi Atmaja yang sering dipangil ketum oleh member FDSI mengungkapkan bahwa PSSI selama ini selalu berlindung dibalik statuta dan enggan memaparkan audit  data  keuangan  mereka kepada maysrakat Indonesia.

“PSSI jangan selalu berlindung di balik Statuta mereka soal transparansi keuangan ini, semua masyarakat pecinta bola berhak tahu berapa dan untuk apa penggunaan uang organisasi selama ini” ungkap Helmi Atmaja .

Prev3 of 4Next

Komentar Pengunjung

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com