Classic Football: Kilas Balik Piala Dunia 1962
Oleh: Bram Carella

Gambar: Logo resmi Piala Dunia 1962
Piala Dunia FIFA 1962 merupakan turnamen Piala Dunia FIFA edisi ketujuh, putaran final diselenggarakan di Chili, mulai dari tanggal 30 Mei 1962 hingga 17 Juni 1962. Turnamen ini dimenangkan Brazil, setelah memenangkan pertandingan final atas Cekoslovakia dengan skor 3–1 dalam pertandingan final di Stadion Nasional, Santiago De Chile. Sementara, tuan rumah Chili meraih juara ketiga setelah menang dengan skor 1–0 atas Yugoslavia dalam pertandingan perebutan tempat ketiga di stadion yang sama.
Pemilihan Tuan Rumah
Setelah Eropa menjadi tuan rumah pada dua Piala Dunia secara berturut-turut, 1954 dan 1958, federasi sepakbola Amerika Selatan mengklaim edisi tahun 1962 harus diadakan di Amerika Selatan atau Piala Dunia FIFA akan menghadapi boikot secara besar-besaran dari wakil Amerika Selatan, mirip yang terjadi di Piala Dunia 1938.
Argentina, setelah sebelumnya gagal menjadi tuan rumah, tapi pada seleksi pemilihan Piala Dunia 1962 ini Argentina adalah favorit. kemudian Ernesto Alvear chairman klub asal Chili Deportes Magallanes menghadiri Kongres FIFA yang diselenggarakan di Helsinki, yang kebetulan Helsinki sedang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 1952. Ia menilai bahwa Chili mampu dan layak untuk menggelar Piala Dunia. Chili terdaftar pada pencalonan tuan rumah Piala Dunia pada tahun 1954 bersama Argentina dan Jerman Barat, namun akhirnya FIFA meminta Jerman Barat untuk mengundurkan diri dari pencalonan tuan rumah Piala Dunia 1962, karena Piala Dunia ke-7 ini akan diselenggarakan di Amerika Selatan. sehingga calon tuan rumah Piala Dunia menyisakan 2 negara yakni Argentina dan Chili.
Komite Federasi Sepak Bola Cili, yang dipimpin oleh Carlos Dittborn dan Juan Pinto Durán, mereka melakukan kunjungan ke berbagai negara dan meyakinkan berbagai asosiasi sepak bola anggota FIFA tentang kemampuan negaranya (Chili) yang akan sangat mampu untuk menggelar turnamen empat tahunan ini. meskipun Chili tidak mempunyai fasilitas olahraga semegah yang Argentina punya. Pada tanggal 10 Juni 1956 Kongres FIFA digelar di Lisbon, Portugal. Hari itu, Raul Colombo, yang mewakili pencalonan Argentina sebagai tuan rumah, mengakhiri pidatonya dengan kalimat “Kita bisa mulai piala dunia besok. Kami memiliki segalanya.” Keesokan harinya, Dittborn menyajikan empat argumen yang memperkuat posisi pencalonan Chili sebagai tuan rumah: Chili akan terus berpartisipasi di konferensi FIFA dan turnamen FIFA, iklim olahraga, toleransi ras dan keyakinan dan stabilitas politik dan kelembagaan negara. Selain itu, Dittborn mengutip Pasal 2 statuta FIFA yang membahas peran turnamen Piala Dunia dalam mempromosikan olahraga di negara-negara berkembang. Akhirnya pada pemungutan suara, Chili menang dengan total mengumpulkan 32 suara unggul atas Argentina yang hanya mengumpulkan 11 suara. Tiga belas anggota abstain dari pemungutan suara ini.

Gambar: Poster resmi Piala Dunia 1962
Kualifikasi
Chili sebagai negara tuan rumah dan Brazil sebagai juara bertahan Piala Dunia lolos secara otomatis, dengan sisa 14 tempat kosong di putaran final dialokasikan ke 6 konfederasi anggota FIFA.
Delapan tempat yang diperebutkan oleh tim UEFA (Eropa) dan tiga oleh tim CONMEBOL (Amerika Selatan). wakil CAF (Afrika), wakil AFC (Asia), wakil NAFC (Amerika Utara), dan wakil CCCF (Amerika Tengah dan Karibia) memperebutkan tiga tempat kosong melalui jalur play-off. Ketiga pemenang kemudian akan menghadapi tim Eropa atau Amerika Selatan untuk masuk ke Piala Dunia.
Dua tim lolos untuk pertama kalinya: Kolombia dan Bulgaria. Kolombia tidak lolos ke Piala Dunia berikutnya hingga Piala Dunia 1990.
Di antara tim yang gagal lolos adalah Swedia dan Perancis. Austria mengundurkan diri pada saat kualifikasi.
Tempat Penyelenggaraan
Awalnya, delapan stadion dipilih untuk menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia di delapan kota yang berbeda: Santiago, Viña del Mar, Rancagua, Arica, Talca, Concepción, Talcahuano dan Valdivia.
Namun terjadi gempa dahsyat di Valdivia, gempa paling kuat yang pernah tercatat dalam sejarah mencapai angka 9,5 SR, terjadi pada tanggal 22 Mei 1960. Dengan diperkirakan memakan lebih dari 50.000 korban jiwa dan lebih dari 2 juta orang yang terkena dampak dari gempa ini, gempa memaksa panitia untuk benar-benar mengubah jadwal Piala Dunia. Talca, Concepción, Talcahuano dan Valdivia yang hancur total dan dihapus sebagai kota penyelenggara. Antofagasta dan Valparaíso menolak untuk menggelar setiap pertandingan dikarenakan tempat mereka masih belum bisa mandiri secara finansial. Viña del Mar dan Arica berhasil membangun kembali stadion mereka sementara Braden Copper Company, perusahaan Amerika serikat yang menguasai tambang tembaga El Teniente, memungkinkan untuk membantu penyelesaian stadion di Rancagua.
Arica, Estadio Carlos Dittborn
Rancagua, Estadio El Teniente
Santiago, Estadio Nacional de Chile
Viña del Mar, Estadio Sausalito
Format
Format kompetisi Piala Dunia 1962 ini sama dengan yang digunakan di Piala Dunia 1958: 16 negara peserta, dibagi menjadi empat grup, masing-masing grup berisi empat negara. Empat tim yang diunggulkan pada drawing turnamen adalah; Brazil, Inggris, Italia dan Uruguay. Dua tim teratas di masing-masing grup melaju ke babak perempat-final.
Dua poin diberikan untuk kemenangan dan satu untuk hasil imbang. Ada perubahan dari format tahun 1958, rata-rata gol tetap digunakan untuk memisahkan setiap tim yang mempunyai poin sama. (Pada tahun 1958, rata-rata gol digunakan, hanya untuk tim yang mempunyai poin sama di tempat pertama, atau jika playoff antara tim sama di tempat kedua gagal untuk menghasilkan hasil setelah perpanjangan waktu). Argentina menjadi yang pertama dan satu-satunya tim dalam sejarah Piala Dunia yang tereliminasi dengan rata-rata gol saat Inggris lolos dari Grup 4 di tempat kedua setelah unggul rata-rata gol dari Argentina.
Dalam pertandingan sistem gugur, jika tim bermain seri setelah sembilan puluh menit, tiga puluh menit waktu tambahan akan dimainkan. Untuk setiap pertandingan selain pertandingan final, jika tim masih imbang setelah perpanjangan waktu maka drawing akan dilakukan untuk menentukan pemenang. Sementara pertandingan final akan diulang jika setelah perpanjangan waktu skor masih imbang.

Foto: “Battle of Santiago” Wasit Ken Aston memberikan kartu merah ke pemain Italia Mario David setelah mencederai pemain Chili. © Getty Images
“Battle of Santiago”
Kompetisi ini sedikit dinodai oleh tindak kekerasan. Atmosfer panas nan brutal ini terjadi pada pertandingan grup 2 yang terkenal, pertandingan antara tuan rumah Chili dan Italia, yang dikenal sebagai Battle of Santiago atau Pertempuran Santiago. Itu berawal dari Dua wartawan Italia telah menulis artikel tak menyenangkan tentang negara tuan rumah, Chili. Baru 12 menit pertandingan berjalan, pemain Italia, Giorgio Ferrini diusir keluar lapangan oleh wasit Inggris Ken Aston karena pelanggaran brutal, uniknya, Ferrini tidak mau meninggalkan lapangan sehingga diperlukan bantuan polisi untuk menyeretnya keluar lapangan. upaya mencederai lawan dari pemain di kedua belah pihak sering terlihat pada partai ini, Insiden terus terjadi. Pemain Chili, Leonel Sanchez mematahkan hidung pemain Italia Humberto Maschio. Sebaliknya pemain Italia lain, Mario David membalas dan sengaja menendang Sanchez pada kesempatan lain. Hasilnya, David pun diusir dari lapangan. Sedemikian panasnya pertandingan sehingga pihak keamanan harus tiga kali terlibat untuk menenangkan keadaan. Chili akhirnya menang 2-0 atas Italia.
Video: Cuplikan “Battle of Santiago” Chili vs Italia: 2-0 – Piala Dunia 1962 Grup 2
Ringkasan
Pada bulan Mei 1960, ditengah persiapan yang berjalan dengan baik, Chili mengalami musibah gempa bumi terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah (9,5 SR), yang menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur nasional. Dalam menghadapi hal ini, Carlos Dittborn, presiden Komite Organisasi Piala Dunia 1962 Chili, mengungkapkan istilah “Karena kami tak punya apa-apa lagi, kami akan melakukan segalanya dengan kekuatan yang kami miliki untuk membangun kembali”. yang kemudian menjadi slogan tidak resmi turnamen. sayangnya, Dittborn tidak sempat untuk menyaksikan keberhasilan dari usahanya yang gigih ini, karena ia meninggal dunia satu bulan sebelum dimulainya turnamen. Akhirnya stadion Piala Dunia di kota Arica diberi nama Estadio Carlos Dittborn untuk menghormati kerja keras dan semangatnya.
Kompetisi Piala Dunia dimulai, perubahan dalam strategi begitu terasa. Strategi defensif mulai memegang kendali pada saat itu, gol rata-rata per pertandingan turun menjadi 2,78 di bawah 3 untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia.
Pelé mengalami cidera di pertandingan kedua grup 3 melawan Cekoslovakia. Kiper Uni Soviet Lev Yashin, bisa dibilang kiper terbaik di dunia pada saat itu, sayangnya tidak diimbangi dengan penampilan rekan setimnya karena harus menyerah dari Chili (1-2) di perempat final. Turnamen ini menjadi kemunculan pemain muda Brazil Amarildo (yang menggantikan Pelé), kiper Cekoslovakia Viliam Schrojf tampil heroik saat melawan Hungaria dan Yugoslavia, yang menjadikannya kiper terbaik di turnamen ini dan penampilan mengesankan dari negara tuan rumah Chili, yang berhasil mengakhiri Piala Dunia di tempat ketiga dengan skuad yang relatif yang diisi pemain-pemain dengan status bukan bintang besar pada saat itu.

Foto: Bek Chili, Raul Sanchez melompat untuk mem-blok tendangan kapten Swiss, Kiki Antenen di pertandingan pembukaan grup 2 Piala Dunia 1962, Tuan rumah menang 3-1 © Getty Images
Di putaran pertama, Brazil menduduki puncak grup 3 bersama dengan Cekoslovakia yang finish di urutan kedua, unggul atas Meksiko dan Spanyol. Uni Soviet dan Yugoslavia keluar sebagai juara dan runner-up grup 1 mengungguli Uruguay dan Kolombia. Hungaria, bersama dengan Inggris lolos ke perempat final dari grup 4, sementara Argentina dan Bulgaria tereliminasi dari grup 4. Inggris memiliki jumlah poin yang sama dengan Argentina, tetapi lolos karena unggul rata-rata gol. Sementara di grup 2 Swiss mengalami kekalahan dari semua tiga pertandingannya, sedangkan Jerman Barat dan Chili keduanya berhasil mengirim pulang Italia. Hasil ini membuat Italia harus tereliminasi dari Piala Dunia 1962 Chili.
Chili pada perempat-final berhasil mengalahkan juara Eropa Uni Soviet untuk mendapatkan tiket ke semi-final melawan pemenang pertandingan antara Inggris dan Brazil. Garrincha mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 melawan Inggris. Sementara itu di perempat-final lain Yugoslavia menang 1-0 atas Jerman Barat, Cekoslovakia mengalahkan negara tetangga Hungaria 1-0, yang membuat dua negara Slavia (Cekoslovakia dan Yugoslavia) bertemu di empat besar.
Sebenarnya, Viña del Mar adalah kota yang ditunjuk untuk penyelenggaraan pertandingan semi-final duo Amerika Selatan (Chili dan Brazil) dan Santiago untuk menggelar pertandingan semi-final dua bengsa Slavia, namun karena kejutan lolosnya tuan rumah Chili ke empat besar, membuat panitia pelaksana meminta FIFA untuk memindah tempat pertandingan kedua semi-final tersebut. Karena Estadio Sausalito di Viña del Mar hanya bisa menampung 6.000 orang, akhirnya Viña del Mar dengan disaksikan 6.000 penonton di Estadio Sausalito menjadi saksi pada saat Cekoslovakia mengalahkan Yugoslavia 3-1, sedangkan 76.600 pasang mata di Santiago menyaksikan Brazil mengalahkan tuan rumah Chili 4-2. pertandingan ini merupakan pertandingan dimana pemain Brazil, Garrincha diusir keluar dan di kubu Chili Honorino Landa juga mendapat kartu merah. Chili akhirnya berhasil menjadi juara 3 dalam kemenangan 1-0 atas Yugoslavia dengan gol Eladio Rojas di akhir pertandingan.
Estadio Nacional di Santiago ditunjuk sebagai tempat untuk pertandingan final, yang memunculkan Brazil untuk kedua kalinya menjadi juara secara berturut-turut setelah mengalahkan Cekoslovakia 3-1 di partai puncak Piala Dunia 1962.
Video: Dokumenter Piala Dunia 1962
Final Piala Dunia 1962
Santiago, 17 Juni 1962 – Estadio Nacional
Susunan Pemain:
BRAZIL
Gilmar, D.Santos, Mauro, Zozimo, N.Santos, Zito, Garrincha, Didi, Vava, Amarildo, Zagalo.
CEKOSLOVAKIA
Schrojf, Tichy, Novak, Pluskal, Popluhar, Masopust, Pospichal, Scherer, Kvasnak, Kadraba, Jelinek.

Wasit: Nikolai Latychev (Uni Soviet)
Penonton: 68.679
Skor Akhir: Brazil 3-1 Cekoslovakia
Pencetak Gol: Amarildo 17′, Zito 68′, Vava 77′ – Masopust 15′
Setelah cemas 24 jam menunggu, FIFA memutuskan bahwa Garrincha bisa bermain di final Piala Dunia. Setelah sebelumnya di semifinal mendapat kartu merah, dan Brazil benar-benar diuntungkan oleh keputusan ini, Cekoslovakia, bagaimanapun, sudah siap untuk kehadirannya, dan membuatnya tidak bisa bergerak sepanjang pertandingan.

Foto: Estadio Nacional de Chile, Santiago © Foto-net
Meskipun perayaan sepanjang malam di Santiago, menyusul kemenangan Chili di tempat ketiga, tidak mengurangi animo masyarakat Chili untuk menjadi saksi partai puncak Piala Dunia 1962, terbukti hampir 70.000 orang menyaksikan pertandingan final tahun 1962 ini. Dan mereka mendapat kejutan yang mereka nantikan, ketika Masopust pada menit ke-15 menempatkan Cekoslovakia memimpin 1-0 setelah mendapat umpan panjang dari Scherer. Brazil yang dalam partai final tersebut, tanpa diperkuat pemain kunci mereka, Pelé karena cidera pada saat penyisihan grup melawan Uni Soviet, ternyata hanya butuh waktu dua menit untuk menyamakan kedudukan, ketika pemain yang menggantikan posisi Pelé, Amarildo menaklukkan Schrojf dengan tembakannya dari sudut sempit.

Foto: Kapten Brazil, Mauro mengangkat Jules Rimet setelah mengalahkan Cekoslovakia 3-1 di final Piala Dunia 1962 © Getty Images
Cekoslovakia yang lolos ke Chili setelah mengalahkan Skotlandia dalam play-off di kualifikasi, sepertinya tidak bisa untuk mengimbangi kekuatan favorit juara, Brazil. Mereka membiarkan Brazil mencetak gol lagi sehingga Brazil memimpin untuk pertama kalinya di menit ke-68, ketika Zito dengan sundulannya berhasil menyelesaikan umpan dari Amarildo, sehingga skor menjadi 2-1 untuk Brazil. Dan 13 menit sebelum usai, Cekoslovakia benar-benar kehilangan harapannya ketika kiper Viliam Schrojf yang tampil bagus sepanjang turnamen bermain antiklimaks pada pertandingan ini, ia gagal menangkap bola umpan silang dari Djalma Santos dengan sempurna. Bola pun jatuh ke kaki Vava yang berada di posisi yang tepat dan dengan mudah sang penyerang menceploskan bola ke gawang yang kosong, skor 3-1 pada menit 77. Vava memecahkan rekor sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di dua partai final Piala Dunia secara berurutan. Kemenangan ini menjadikan Brazil mengoleksi dua gelar Piala Dunia saat itu, sama dengan torehan Uruguay dan Italia.
Video: Cuplikan pertandingan final Piala Dunia 1962 – Brazil vs Cekoslovakia: 3-1
Video:Rekaman komplit pertandingan final Piala Dunia 1962 – Brazil vs Cekoslovakia:3-1
Fakta Menarik Piala Dunia 1962
- Mei 1960, dua tahun jelang bergulirnya Piala Dunia, Chili diguncang gempa dahsyat dengan kekuatan 9,5 SR, yang merusak infrastruktur. Menghadapi hal ini, Carlos Dittborn, presiden Komite Organisasi Piala Dunia 1962 membuat pernyataan yang kemudian menjadi slogan tidak resmi di turnamen ini, yaitu “Karena kami tak punya apa-apa lagi, kami akan melakukan segalanya dengan kekuatan yang kami miliki untuk membangun kembali”.
- Ironisnya, Dittborn tidak bisa menyaksikan Piala Dunia 1962 dan menikmati hasil kerja kerasnya membangun kembali infrastruktur pertandingan karena meninggal seblum sebelum turnamen dimulai. Namanya kemudian diabadikan sebagai nama sebuah stadion Piala Dunia di Arica, untuk menghormati kerja keras dan semangatnya.
- Rata-rata gol di turnamen Piala Dunia 1962 Chili ini menurun drastis, menjadi 2,78 per pertandingan. Di turnamen sebelumnya, rata-rata gol selalu di atas 3. Banyaknya tim yang mengadopsi permainan bertahan diperkirakan menjadi seretnya gol di turnamen ini.
- Terjadi aksi tindak kekerasaan saat Chili berhadapan melawan Italia di pertandingan babak pertama yang kemudian dikenal dengan sebutan Pertarungan Santiago. Tim Italia juga mendapat pengawalan ketat dari polisi kala meninggalkan lapangan saat pertandingan usai.
- Laga semi-final sempat mengalami perubahan tempat/venue pertandingan, karena tuan rumah di luar dugaan bisa menembus empat besar. Hasilnya, Estadio Sausalito menggelar laga Cekoslovakia melawan Yugoslavia yang berakhir 3-1 dengan hanya disaksikan 6.000 penonton, sementara Brazil menghadapi Chili dilangsungkan di Estadio Nacional Santiago dengan kapasitas penonton mencapai 76 ribu penonton, yang terisi penuh. Brazil menang 4-2 atas tuan rumah.
- Semua harga tiket masuk pertandingan di Chili dijual dengan menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.
- Piala Dunia tahun ini menjadi yang terakhir yang tidak disiarkan secara langsung di Eropa karena belum adanya sambungan dan jaringan satelit dari Amerika ke Eropa. Hasilnya, pertandingan di Eropa ditayangkan dua hari lebih lambat.
- Chili punya cara unik sebelum menghadapi lawan-lawannya di turnamen ini. Kabarnya, mereka mengonsumsi keju sebelum mengalahkan Swiss, makan spaghetti sebelum menundukkan Italia, menenggak vodka sebelum mempermalukan Uni Soviet dan minum kopi sebelum melawan Brazil.
- Pemain Kolombia Marcos Coll menjadi satu-satunya pemain di Piala Dunia yang bisa mencetak gol dari sepak pojok kala timnya bermain imbang 4-4 melawan Uni Soviet. Rekor itu bertahan sampai saat ini.
- Pemain Uni Soviet Igor Netto menunjukkan sikap fair play di pertandingan grup 1 melawan Uruguay ketika dia meminta wasit untuk menganulir gol yang dicetak rekannya, Igor Chislenko, karena bola masuk ke gawang lewat sisi luar jaring.
Rangking
Juara: Brazil
Runner-Up: Cekoslovakia
Peringkat 3: Chili
Peringkat 4: Yugoslavia
Statistik Turnamen
Topskor:
4 Gol: Leonel Sanchez (Chili), Vava (Brazil), Florian Albert (Hungaria), Drazen Jerkovic (Yugoslavia), Valentin Ivanov (Uni Soviet), Garrincha (Brazil)
Pemain Muda Terbaik: Flórián Albert (Hungaria)
Kiper Terbaik: Viliam Schrojf (Cekoslovakia)
Pencetak Gol Terbanyak Satu Pertandingan: 3 Gol: Flórián Albert (Hungaria)
Penonton Terbanyak: 76.500 (Brazil vs Chili, Semi-final)
Total Penonton: 898.753 (Rata-Rata Penonton: 28.086 / pertandingan)
Skor Tertinggi: Uni Soviet vs. Kolombia 4-4 (Grup 1)
Total Gol: 89 (Rata-Rata Gol: 2.78 gol / pertandingan)
Penampilan Perdana: Bulgaria & Kolombia
All Star XI:
Kiper: Viliam Schrojf (Cekoslovakia)
Bek: Djalma Santos (Brazil), Cesare Maldini (italia), Valeriy Voronin (Uni Soviet), Karl-Heinz Schnellinger (Jerman Barat)
Gelandang: Zagallo (Brazil), Zito (Brazil), Josef Masopust (Cekoslovakia)
Striker: Vavá (Brazil), Garrincha (Brazil), Leonel Sánchez (Chili)
Hasil Lengkap Piala Dunia 1962
Grup 1
Uruguay vs Kolombia 2-1 (Mei 30, Carlos Dittborn)
Uni Soviet vs Yugoslavia 2-0 (Mei 31, Carlos Dittborn)
Yugoslavia vs Uruguay 3-1 (Jun 02, Carlos Dittborn)
Uni Soviet vs Kolombia 4-4 (Jun 03, Carlos Dittborn)
Uni Soviet vs Uruguay 2-1 (Jun 06, Carlos Dittborn)
Yugoslavia vs Kolombia 5-0 (Jun 07, Carlos Dittborn)
| Tim | Main | M | S | K | MG | KG | GAv | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uni Soviet | 3 | 2 | 1 | 0 | 8 | 5 | 1.60 | 5 |
| Yugoslavia | 3 | 2 | 0 | 1 | 8 | 3 | 2.67 | 4 |
| Uruguay | 3 | 1 | 0 | 2 | 4 | 6 | 0.67 | 2 |
| Kolombia | 3 | 0 | 1 | 2 | 5 | 11 | 0.45 | 1 |
Grup 2
Chili vs Swiss 3-1 (Mei 30, Estadio Nacional)
Jerman Barat vs Italia 0-0 (Mei 31, Estadio Nacional)
Chili vs Italia 2-0 (Jun 02, Estadio Nacional)
Jerman Barat vs Swiss 2-1 (Jun 03, Estadio Nacional)
Jerman Barat vs Chili 2-0 (Jun 06, Estadio Nacional)
Italia vs Swiss 3-0 (Jun 07, Estadio Nacional)
| Tim | Main | M | S | K | MG | KG | GAv | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jerman Barat | 3 | 2 | 1 | 0 | 4 | 1 | 4.00 | 5 |
| Chili | 3 | 2 | 0 | 1 | 5 | 3 | 1.67 | 4 |
| Italia | 3 | 1 | 1 | 1 | 3 | 2 | 1.50 | 3 |
| Swiss | 3 | 0 | 0 | 3 | 2 | 8 | 0.25 | 0 |
Grup 3
Brazil vs Meksiko 2-0 (Mei 30, Sausalito)
Cekoslovakia vs Spanyol 1-0 (Mei 31, Sausalito)
Brazil vs Cekoslovakia 0-0 (Jun 02, Sausalito)
Spanyol vs Meksiko 1-0 (Jun 03, Sausalito)
Brazil vs Spanyol 2-1 (Jun 06, Sausalito)
Meksiko vs Cekoslovakia 3-1 (Jun 07, Sausalito)
| Tim | Main | M | S | K | MG | KG | GAv | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Brazil | 3 | 2 | 1 | 0 | 4 | 1 | 4.00 | 5 |
| Cekoslovakia | 3 | 1 | 1 | 1 | 2 | 3 | 0.67 | 3 |
| Meksiko | 3 | 1 | 0 | 2 | 3 | 4 | 0.75 | 2 |
| Spanyol | 3 | 1 | 0 | 2 | 2 | 3 | 0.67 | 2 |
Grup 4
Argentina vs Bulgaria 1-0 (Mei 30, Braden Cooper Co.)
Hungaria vs Inggris 2-1 (Mei 31, Braden Cooper Co.)
Inggris vs Argentina 3-1 (Jun 02, Braden Cooper Co.)
Hungaria vs Bulgaria 6-1 (Jun 03, Braden Cooper Co.)
Hungaria vs Argentina 0-0 (Jun 06, Braden Cooper Co.)
Inggris vs Bulgaria 0-0 (Jun 07, Braden Cooper Co.)
| Tim | Main | M | S | K | MG | KG | GAv | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hungaria | 3 | 2 | 1 | 0 | 8 | 2 | 4.00 | 5 |
| Inggris | 3 | 1 | 1 | 1 | 4 | 3 | 1.33 | 3 |
| Argentina | 3 | 1 | 1 | 1 | 2 | 3 | 0.67 | 3 |
| Bulgaria | 3 | 0 | 1 | 2 | 1 | 7 | 0.14 | 1 |
Perempat-Final
Chili vs Uni Soviet 2-1 (Jun 10, Carlos Dittborn)
Brazil vs Inggris 3-1 (Jun 10, Sausalito)
Cekoslovakia vs Hungaria 1-0 (Jun 10, Braden Cooper Co.)
Yugoslavia vs Jerman Barat 1-0 (Jun 10, Estadio Nacional)
Semi-Final
Brazil vs Cili 4-2 (Jun 13, Estadio Nacional)
Cekoslovakia vs Yugoslavia 3-1 (Jun 13, Sausalito)
Perebutan Peringkat Ketiga
Chili vs Yugoslavia 1-0 (Jun 16, Estadio Nacional)
Final
Brazil vs Cekoslovakia 3-1 (Jun 17, Estadio Nacional)







