12 Momen Kontroversial Piala Dunia Sepanjang Masa

Pada 30 May 2014 05:58 WIB
Prev4 of 4Next

10. Kroasia vs Australia, Piala Dunia 2006

Tiga Kartu Kuning Untuk Josep Simunic

ng-artn-simunic-20131122183145144509-300x0Pada pertandingan Grup F antara Kroasia dan Australia, wasit Graham Poll baru mengeluarkan bek Kroasia, Josip Simunic, dari pertandingan setelah menerima kartu kuning ketiga. Entah karena lupa atau sebab lain, perbuatan Poll itu menjadikan Simunic satu-satunya pemain di dunia yang menerima tiga kartu kuning sekaligus dalam satu laga.

Poll baru menyadari kekeliruan ini usai pertandingan. Rupanya dia salah memberi tanda di kolom kartunya. Memang saat Simunic menerima kartu kuning kedua, wasit mencatat angka tiga (nomor punggung Simunic) namun kolom yang dicontreng bukan atas nama Simunic.

Wasit asal Inggris itupun menyesali kekeliruannya. Apalagi FIFA juga menghukumnya dengan tidak lagi memberinya kesempatan untuk memimpin laga selanjutnya.

11. Prancis vs Italia, Piala Dunia 2006

Tandukan Zinedine Zidane

10312890_1423633384564336_4269239886745941419_nZinedine Zidane, salah satu pemain terbaik dunia, tengah melalui tahun yang penuh gejolak pada 2006. Salah satunya adalah ia berencana untuk pensiun setelah Piala Dunia 2006 dan membawa timnya ke final di mana mereka bertemu Italia.

Semuanya berjalan baik untuk Zidane saat ia melesakkan penalti sempurna ke pojok atas gawang Italia dalam waktu 7 menit. Tapi Italia menyamakan kedudukan dan pertandingan memasuki babak tambahan waktu. Saat inilah insiden terjadi. Marco Materazzi melontarkan pernyataan yang disebut-sebut menghina ibu/adik/istri Zidane, yang berujung kartu merah untuknya setelah menanduk Materazzi.

Italia menang 5-3 melalui adu penalti, di mana David Trezeguet gagal menjalankan tugasnya. Andai saja Zidane masih berada di lapangan, mungkin ceritanya akan berbeda.

12. Argentina vs Inggris, Piala Dunia 1986

Tangan Tuhan Diego Maradona

_41495254_handofgodIni menjadi salah satu dari aksi-aksi tak terpuji Argentina. Dengan adanya Perang Falklands yang masih segar dalam ingatan antara kedua negara ini, pertandingan kali ini berjalan lebih intens, lebih sengit dan lebih serius. Tapi tak ada seorang pun yang menyangka bahwa akan lahir istilah gol ‘Tangan Tuhan’ yang dicetak Diego Maradona. Tindakan Maradona mungkin tidak bisa dimaafkan, tapi mungkin para pemain Inggris juga harus disalahkan. Tampaknya Inggris tidak pernah memiliki keberuntungan. Keberuntungan terakhir kali adalah ketika wasit dari Rusia mensahkan gol mereka di tahun 1966. Tapi sebuah hukum karma kembali di derita Inggris pada Piala Dunia 1986. P

Pertandingan babak kedua telah berlangsung selama 10 menit, dan keduanya masih sama-sama berjuang untuk menciptakan gol. Tiba-tiba Steve Hodge bek Inggris menyapu bola tidak sempurna, sehingga bola justru mengarah ke kotak penaltinya sendiri. Peter Shilton mencoba melompat dan menangkap bola sebelum Maradona berhasil menyundulnya. Tapi ada satu hal yg menyebabkan Maradona bisa menjangkau bola itu terlebih dahulu. Ia menggunakan tangannya. Bola terpantul dan masuk ke dalam gawang. Wasit Ali Beneceur mensahkan gol tersebut. Setelah itu, Maradona justru kembali mencetak gol kedua bagi Argentina. Dan momen ini benar benar menjadi legenda.

 

Prev4 of 4Next

Komentar Pengunjung

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com