Menggugat Persebaya Jadi-Jadian

Pada 23 March 2015 16:42 WIB

image

Akhirnya, permintaan Bonek, supporter klub Persebaya Surabaya (1927) terkabul. Senin 23 Maret 2015, Cholid Goromah, menggugat PT Mitra  Muda Inti Berlian (MMIB) dan PSSI ke pengadilan Negeri Surabaya.  Dalam gugatannya, Cholid meminta majelis hakim menyatakan klub sepakbola milik tergugat yang diberi nama Persebaya Surabaya adalah tidak sah dan cacat hukum sehingga tidak pantas ikut berkompetisi di ISL 2015. Meminta majelis menyatakan PT Penggugat adalah badan hukum yang sah sebagai pengelola Klub Persebaya Surabaya.

Alasan hukum Cholid adalah bahwa pihaknya pemilik sah Klub Persebaya Surabaya yang dia dirikan bersama rekan lainnya, berbentuk PT bernama PT Persebaya Indonesia sesuai akte notaries No 24 Tanggal 16 Juli 2009.  Kemudian, badan hukum itu disahkan oleh MenkumHam tanggal 11 Agustus 2009. Selain memenuhi semua aspek legal tersebut, klub Persebaya Surabaya Cholid telah terdaftar sebagai anggota di badan sepakbola Asia ((Asian Football Confederation/AFC) dan diakui sebagai sepakbola professional olehFIFA,  satu-satunya badan sepakbola dunia.

Kemudian, pada tahun 2009/2010 klub Persebaya Surabaya Cholid mengikuti kompetisi sepakbola professional di Indonesia yang dikelola oleh PSSI lewat PT Liga, yakni kompetisi ISL. Kompetisi ISL ini diikuti Persebaya Surabaya sampai seluruh jadwal pertandingan yang ditetapkan selesai.

Namun, pada tahun 2010 tiba-tiba tergugat (PT MMIB) mendirikan klub sepakbola dengan nama Persebaya Surabaya, bermain di kompetisi Divisi Utama. Alasannya mendapat restu dan dukungan dari sebagian pemegang saham di PT Persebaya Indonesia.  Alasan P MMIB ini tentu dibantah Cholid. Menurut Cholid, PT Persebaya Indonesia tidak sekalipun menjual sahamnya kepada pihak manapun termasuk kepada tergugat.     

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa lahirnya klub Persebaya Surabaya oleh PT MMIB adalah karena klub Persebaya Surabaya Cholid berkompetisi di LPI yang saat itu bukan dalam naungan kompetisi PSSI. Maka, atas perintah Nurdin Halid, Ketua Umum PSSI waktu itu, direstui lahirnya klub Persebaya Surabaya tandingan (jadi-jadian) dibawah payung PT MMIB.  

Tatkala kepengurusan PSSI mengalami dualisme, klub persebaya Surabaya Cholid bermain di kompetisi  IPL yang dikelola PT LPIS. Sedangkan klub Persebaya Surabaya tandingan bermain di kompetisi Divisi Utama ISL yang dikelola  PT Liga.  

 Ketika LPIS dibubarkan oleh PSSI, lalu PSSI mengumumkan bahwa klub Persebaya Surabaya yang diakui oleh PSSI untuk berkompetisi di kompetisi ISL adalah klub Persebaya Surabaya(jadi-jadian)  PT MMIB.  Sementara klub Persebaya Surabaya Cholid tidak diakui sampai kini. Kondisi inilah membuat Cholid menggugat PT MMIB dan PSSI ke pengadilan Surabaya.  Apa keputusan majelis hakim PN Surabaya kita tunggu.

-ww-

Komentar Pengunjung

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com