Ketika Piala Dunia Menjadi Musuh Bersama Hollywood

Pada 11 June 2014 04:08 WIB

FDSInews – Gelaran Piala Dunia yang berlangsung empat tahunan memang memberikan banyak efek besar utamanya kepada negara penyelenggara. Kebijakan FIFA selaku federasi sepakbola dunia yang menggilir tuan rumah turnamen sepakbola terbesar sejagad pada setiap negara di lima benua, membuat semua negara memiliki kesempatan sama untuk menjadi negara tuan rumah yang tentunya harus melewati proses bidding yang panjang.

Turnamen akbar empat tahunan tersebut bukan saja memberikan efek besar dari sisi ekonomi untuk FIFA sendiri serta negara tuan rumah, serta efek lainnya seperti penambahan infrastruktur pendukung untuk pertandingan Piala Dunia seperti stadion, hotel serta akses jalan. Tetapi ada juga efek yang tidak kalah serunya, seperti demonstrasi besar-besaran di Brazil menentang Piala Dunia (Padahal waktu terpilih dulu, rakyat Brazil mendukungnya).

Diluar itu semua, ada satu efek yang mungkin tidak terkait langsung dengan piala dunia, tapi tetap berpengaruh terhadap dunia entertainment, yakni pengaruh Piala Dunia terhadap pendapatan film Hollywood yang diputar perdana saat gelaran Piala Dunia, lebih tepatnya saat pertandingan Piala Dunia digelar. Hal tersebut pernah diangkat oleh laman hollywoodreporter.com mengenai efek gelaran empat tahunan Piala Dunia.

Bayangkan saja demam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan mampu menyedot lebih kurang 3.2 milyar penduduk dunia untuk menonton laga Piala Dunia di Televisi dan hampir 1 milyar penduduk dunia menonton partai final antara Spanyol dan Belanda waktu itu. Dan menjadi nomor dua setelah pembukaan olimpiade Beijing 2008.

Kekhawatiran dimunculkan oleh presiden Paramount Pictures, Anthony Marcoly terkait Piala Dunia dengan sequel film yang akan direlease oleh Paramount Pictures, Transformers : Age of Extinction apalagi biaya besar sekitar Rp. 1,9 trilyun telah dihabiskan para produser untuk membuat film garapan Michael Bay tersebut.

“Selalu beresiko ketika merilis film berbarengan dengan Piala Dunia dan berharap akan ada keuntungan besar dari tiket masuk. Sebab, ada irisan besar antara penonton film dengan audiens Piala Dunia,” beber Anthony Marcoly.

Penurunan pendapatan sebagaimana yang dikabarkan Hollywoodreporter bisa mencapai 70 persen. Sebagai contoh di negeri ratu Elizabeth yang memang penggila bola baik klub maupun Timnas Inggris, dipastikan apabila Timnas main sejak era David Beckham bermain di Piala Dunia 1998 masyarakat Inggris akan memalingkan perhatian mereka ke negara mereka yang sedang bertanding.

Film City of Angels hanya mampu meraup keuntungan pendapatan sebesar 1.1 juta pounds pada pekan pertama pemutaran film tersebut yang berbarengan dengan laga Inggris yang masuk 16 besar Piala Dunia 1998. Jumlah tersebut hanya setengah dari pendapatan film Con Air yang diputar hingga pekan kedua tahun sebelumnya.

Yang beruntung mungkin film Spiderman yang fenomenal tersebut, karena pemutaran perdana film tersebut setelah pertandingan Piala Inggris yang melolos kan Inggris ke 16 besar Piala Dunia 2002 Korea dan Jepang, setelah mengalahkan Denmark (16 juni 2002).

Dan berikut jadwal release Film Perdana Hollywood yang kemungkinan bentrok dengan Jadwal Piala Dunia :
13 Juni : Film How to Train Your Dragons 2 / berbarengan dengan laga Mexico vs Kamerun
13 Juni : 22 Jump Street / berbarengan dengan laga Spanyol vs Belanda
20 Juni : Jersey Boys / berbarengan dengan laga Swiss vs Perancis
27 Juni : Transformer : Ages of Exitinction / hari tenang jelang laga 16 besar
11 Juli : Down the Planet of The Apes / hari tenang jelang laga Semifinal

Ternyata efek demam Piala Dunia memang berdampak kepada hal lainnya, termasuk pendapatan yang diperoleh film-film box office di Amerika Serikat dan Inggris apalagi kalau pemutaran perdana film tersebut berbarengan dengan partai Piala Dunia. Kalau di Indonesia kayaknya belum ada yang sejauh itu menganalisa-nya.
Wefi

Komentar Pengunjung

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com