KEMENPORA: Rilis tentang Kabar Bohong Pembentukan Klub-klub Baru

Pada 22 May 2015 15:48 WIB

fdsinews.com – Hari ini beredar kabar tentang Kemenpora dan Tim Transisi yang akan membentuk klub-klub, entah itu Persib Nusantara atau Persija Nusantara. Salah satu sumber kabar itu berasal dari Tribunnews yang menurunkan berita “Bisa Saja Terbentuk Persib Nusantara?”. Kabar itu pun menjadi viral di media social, juga ikut diviralkan beberapa jurnalis olahraga yang, entah sengaja atau tidak, sadar atau tidak, membuat berita yang dibuat dengan standar jurnalisme yang buruk itu makin tersebar.

Menyikapi berita tersebut, kami menyatakan beberapa hal:

1.      Tidak benar kabar yang menyebutkan Kemenpora dan Tim Transisi akan membentuk klub-klub baru.

2.      Yang menjadi concern kami selama ini adalah mencoba memastikan adanya tata kelola sepakbola di tanah air menjadi lebih fair, transparan, dan akuntabel. Fokus dalam hal itu saja sudah cukup pelik, sudah bertahun-tahun tidak terealisasi, sehingga kami tidak akan merepotkan diri sendiri dengan membentuk klub-klub baru.

3.      Berita tentang akan dibentuknya klub-klub baru oleh Kemenpora dan Tim Transisi dibuat dengan mengabaikan standar jurnalisme yang baik.

4.      Tidak ada narasumber, bahkan sumber anonim yang lazimnya disebut “sumber yang tidak mau disebutkan namanya” sekali pun, tidak disebutkan dalam isu pembentukan klub-klub baru itu. Jurnalis seharusnya tidak sembarangan menggunakan sumber anonim. Ada kriteria ketat untuk menggunakan sumber anonim, bahkan ada 7 kriteria menurut versi Bill Kovach dan Tom Rossentiel. Apalagi jika memang tidak ada narasumber alias kabar bohong yang dibikin-bikin.

5.      Kami tidak pernah dimintai konfirmasi. Tidak ada mekanisme check and balance dengan cara melakukan konfirmasi kepada pihak Kemenpora atau Tim Transisi.

6.      Penggunaan kalimat “besar kemungkinan menpora dan tim transisi  akan membentuk klub baru untuk mewujudkan ambisi menggelar kompetisi di Indonesia” (dalam judul tulisan menggunakan tanda tanya) merupakan cara tidak lazim dalam penulisan berita yang mengedepankan prinsip jurnalistik yang baik.

7.      Kami berharap publik tidak terkecoh dengan munculnya berita-berita yang diragukan kebenarannya, apalagi berita-berita yang dibuat dengan mengabaikan standar-standar jurnalistik yang baik.

Jakarta, 22 Mei 2015

M. Khusen Yusuf

Staf Khusus Bidang Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga

Komentar Pengunjung

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com