Firman Utina Difasilitasi Oleh PSSI Kami Harus Bayar Akomodasi Sendiri

Pada 11 August 2015 08:36 WIB

Sleman, fdsinews.com – Niat 4 pemain pelaku sepakbola gajah dari PSS Sleman untuk menghadiri sidang ulang yang digelar oleh Komdis PSSI gagal terlaksana akibat PSSI tak mau memfasilitasi para pemain dalam hal biaya transportasi dan akomodasi, demikian pernyataan dari Satrio Aji.

Kami menerima undangan yang dikirim via whatsapp pada hari Jumat minggu lalu melalui rekan kami Ridwan Awaludin yang berdomisili di Bogor. Pengirim mengaku bernama Laurent dari PSSI. Ketika dijelaskan bahwa para pemain sedang berada di daerah (Satrio di Banjarmasin, Hermawan di Sleman, Moniega di Malang) dan tak punya uang untuk membeli tiket, tidak direspon sama sekali oleh Laurent.

Hanya dijawab singkat bahwa PSSI cuma menyediakan allowance alias uang kehadiran saja. Artinya beaya transportasi dan penginapan harus kami tanggung sendiri. Berhubung kami tidak punya uang, kami menjadi bingung dan tak bisa berangkat memenuhi undangan PSSI. Kami memang kemarin sempat ke Jakarta menemui pak Gatot Dewabroto, tapi itu kami lakukan atas fasilitasi pihak yang mengaku dari FDSI.

Kami mencoba menelpon Laurent untuk diusahakan ada bantuan uang transportasi, tapi tidak diangkat meski kami telpon beberapa kali. Ya sudah, terpaksa kami tak bisa hadir meski niat kami adalah memenuhi undangan PSSI.

Terus terang kami kecewa, karena kami mendengar PSSI bersedia memfasilitasi Firman Utina cs yang mau melakukan demo ke kantor Menpora. Juga kami mendengar info pihak PSSI melalui pak Demis memobilisasi suporter yang diminta ikut demo di kantor Menpora. Sementara kami yang berniat baik mendukung PSSI membongkar kasus sepakbola gajah justru tidak difasilitasi sama sekali. Demikian curhat dari Satrio Aji Saputro, salah satu diantara 4 pemain PSS Sleman yang berani membuka fakta sebenarnya tentang sepakbola gajah. (002-08)

Komentar Pengunjung

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com