Classic Football: Kilas Balik Piala Dunia 1950

Pada 30 May 2014 22:50 WIB

Oleh: Bram Carella

Logo Piala Dunia Brazil 1950

Gambar: Logo Piala Dunia 1950

Piala Dunia FIFA 1950 merupakan edisi keempat Piala Dunia FIFA yang digelar di Brazil, turnamen ini diselenggarakan pada tanggal 24 Juni hingga 19 Juli 1950. Piala Dunia ini merupakan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA yang pertama setelah terjadinya Perang Dunia II, yang berlangsung selama sekitar 12 tahun, memaksa Piala Dunia 1942 dan 1946 tidak bisa digelar. Brazil dipilih FIFA pada 1 Juli 1946 dalam Kongres FIFA di Luksemburg. Turnamen ini dimenangkan Uruguay, yang telah memenangkan kompetisi edisi pertama pada tahun 1930, mengalahkan Brazil dengan skor 2–1 dalam babak final. Kemenangan Uruguay membuat kemajuan besar di sejarah dunia olahraga yang dikenal sebagai Maracanazo.

Pemilihan Tuan Rumah
Dikarenakan Perang Dunia II, Piala Dunia belum dipentaskan sejak tahun 1938, Piala Dunia direncanakan tahun 1942 dan 1946 keduanya dibatalkan. Setelah perang, FIFA sangat antusias untuk menghidupkan kembali atmosfir turnamen sepakbola antar dunia secepat mungkin, dan mereka mulai membuat rencana untuk dilangsungkannya turnamen Piala Dunia. Sebagai buntut dari perang, sebagian besar negara Eropa masih hancur. Akibatnya, FIFA memiliki beberapa kesulitan menemukan negara yang siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, karena banyak pemerintahan negara-negara Eropa beranggapan bahwa sumber daya mereka yang terbatas seharusnya dikhususkan untuk prioritas yang lebih mendesak daripada turnamen olahraga.

Pada Kongres FIFA tahun 1946, Brazil menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah turnamen tersebut dengan syarat bahwa turnamen berlangsung pada tahun 1950 (awalnya direncanakan digelar pada tahun 1949) Brazil dan Jerman adalah negara yang menawarkan diri untuk ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1942 yang dibatalkan, karena kedua turnamen pada 1934 dan 1938 telah diselenggarakan di Eropa, pengamat sepakbola pada masa itu umumnya setuju bahwa tahun 1942 Piala Dunia kemungkinan besar akan diselenggarakan di negara-negara Amerika Selatan.

Kualifikasi
Setelah menunjuk negara tuan rumah, FIFA masih akan mendedikasikan waktu untuk membujuk negara-negara anggota FIFA agar mau mengirim tim nasional mereka untuk bersaing di Piala Dunia 1950 ini. Salah satunya Italia yang berstatus sebagai juara bertahan Piala Dunia, setelah memenangkan dua turnamen sebelumnya pada tahun 1934 dan 1938. Namun, pada akhir 1940-an tim nasional Italia telah kehilangan sebagian besar kekuatannya, karena kebanyakan dari starting line-up tewas dalam bencana udara yang menimpa Torino atau yang dikenal sebagai Tragedi Superga, tepatnya satu tahun sebelum dimulainya turnamen. akhirnya Italia mau mengikuti turnamen di Brazil, tetapi mereka ingin berangkat dengan kapal laut bukan dengan pesawat terbang.
Karena Brazil dan Italia sudah dipastikan lolos otomatis, ada 14 tempat kosong yang masih tersisa. Dari jumlah tersebut, tujuh dialokasikan ke Eropa, enam ke Amerika, dan satu untuk Asia.
Negara yang dibanned
Dikarenakan Jerman dan Jepang pasca Perang Dunia II masih diduduki oleh pasukan sekutu, kedua negara tersebut masih belum diizinkan untuk berpartisipasi pada kualifikasi Piala Dunia 1950. Italia dan Austria, di sisi lain, tidak dikenakan sanksi internasional, dan Italia lolos otomatis sebagai juara bertahan. Negara baru di wilayah Jerman yang diduduki Perancis bernama Saarland, proposal keikutsertaannya akhirnya diterima oleh FIFA dua minggu sebelum Piala Dunia 1950 berlangsung.
Negara Britania
Negara-negara asal kerajaan Inggris diundang untuk ambil bagian, setelah bergabung kembali dengan FIFA empat tahun sebelumnya, setelah 17 tahun masa pengasingan. Tim yang mengikuti Piala Dunia 1950 telah diputuskan untuk diambil dari klasemen akhir turnamen British Home Championship 1949-50, dengan dua tim teratas lolos ke Brazil. Inggris finish sebagai juara di urutan pertama dan di posisi kedua ada Skotlandia.
Mengundurkan diri sebelum kualifikasi
Sejumlah tim menolak untuk berpartisipasi dalam turnamen kualifikasi, termasuk sebagian besar negara-negara di balik Tirai Besi, seperti Uni Soviet, finalis Piala Dunia 1938, Hungaria finalis 1934 Cekoslovakia.
Mengundurkan diri pada saat kualifikasi
Di Amerika Selatan; Argentina, Ekuador dan Peru mengundurkan diri setelah bermain imbang di kualifikasi (Untuk kasus Argentina dikarenakan ada kasus perselisihan dengan Konfederasi Sepak Bola Brazil). Ini berarti bahwa Chili, Bolivia, Paraguay dan Uruguay lolos secara otomatis mewakili Amerika Selatan. Di Asia, ada Filipina, Indonesia dan Burma ketiga-tiganya memutuskan mundur, menyisakan India yang langsung lolos secara otomatis. Di Eropa, Austria mengundurkan diri, Asosiasi sepakbola Austria beranggapan tim nasional Austria diisi pemain yang kurang berpengalaman pasca Perang Dunia II. Belgia juga menarik diri dari turnamen kualifikasi. Penarikan ini berarti Swiss dan Turki lolos tanpa harus memainkan pertandingan .
Mengundurkan diri setelah kualifikasi
Sebelum kualifikasi, George Graham, ketua Asosiasi Sepakbola Skotlandia (SFA), telah mengatakan bahwa Skotlandia hanya akan melakukan perjalanan ke Brazil sebagai pemenang Home Championship. (Inggris, sebaliknya, telah berkomitmen untuk menghadiri, bahkan jika. mereka berada di tempat kedua Home Championship) Setelah Skotlandia berada di tempat kedua di bawah Inggris, kapten Skotlandia George Young, dibujuk oleh kapten Inggris Billy Wright, agar memohon kepada SFA untuk berubah pikiran dan menerima slot yang disediakan di Brazil; Namun , Graham menolak untuk mengubah keputusannya, akhirnya Skotlandia menarik diri dari turnamen.
Turki juga menarik diri, dikarenakan masalah keuangan dan biaya perjalanan ke Amerika Selatan. FIFA akhirnya memutuskan untuk mengundang Portugal dan Perancis, yang keduanya telah tereliminasi di babak kualifikasi, untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Skotlandia dan Turki. Portugal menolak, tapi Perancis menerima undangan, dan dimasukkan ke dalam undian Piala Dunia.

Drawing dan penarikan berikutnya
Drawing, diadakan di Rio de Janeiro pada tanggal 22 Mei 1950, lima belas tim yang tersisa dialokasikan ke dalam empat kelompok:

  • Grup 1: Brazil, Meksiko, Swiss, dan Yugoslavia
  • Grup 2: Inggris, Chili, Spanyol dan Amerika Serikat
  • Grup 3: Italia, India, Paraguay dan Swedia
  • Grup 4: Uruguay, Bolivia dan Perancis

Setelah pengundian, asosiasi sepakbola India AIFF memutuskan untuk mengundurkan diri dari Piala Dunia, dikarenakan masalah biaya perjalanan (meskipun FIFA telah setuju untuk menanggung sebagian besar dari biaya perjalanan), kurangnya waktu latihan, masalah seleksi tim.

Meskipun FIFA telah memberlakukan aturan yang melarang bermain tanpa alas kaki setelah Olimpiade 1948, di mana India telah bermain tanpa alas kaki, kemudian kapten India Shailen Manna mengklaim bahwa ini hanya sebuah cerita untuk menutupi alasan sebenarnya untuk keputusan AIFF itu.

Perancis kemudian juga menarik diri, karena biaya perjalanan. Tidak ada cukup waktu untuk mengundang tim pengganti selanjutnya atau untuk mereorganisasi grup, sehingga turnamen ini menampilkan tiga belas tim, dengan hanya dua negara di Grup 4.

Dari tiga belas tim yang bertanding, hanya satu yang membuat debutnya, Inggris. Beberapa tim Amerika Latin yang bertanding untuk pertama kalinya sejak turnamen perdana 1930, ini termasuk Uruguay, serta Meksiko, Chili, Paraguay dan Bolivia. Yugoslavia juga membuat penampilan pertamanya sejak 1930. Ini akan menjadi penampilan terakhir Amerika Serikat di putaran final Piala Dunia sampai tahun 1990, dan Bolivia hingga tahun 1994.

Format
Penyelenggara turnamen, Brazil mengusulkan format baru di mana 16 tim dibagi menjadi empat grup, dengan empat juara grup maju ke babak final grup, bermain dalam format round-robin untuk menentukan pemenang Piala Dunia. Alasan utama untuk pilihan ini adalah uang: penyelenggara telah menghabiskan banyak biaya pada pembangunan stadion dan investasi infrastruktur. Sebuah turnamen sistem gugur, seperti yang telah digunakan pada tahun 1934 dan 1938, akan menampilkan hanya enam belas pertandingan (termasuk pertandingan playoff tempat ketiga), sedangkan yang diusulkan format dua kali penyisihan grup akan menyajikan tiga puluh pertandingan, dan dengan demikian pendapatan tiket juga meningkat dan juga pendapatan yang lainnya. Selain itu, format ini akan menjamin setiap tim setidaknya akan bermain sebanyak tiga kali, dan dengan demikian akan memberikan lebih banyak perlawanan insentif bagi tim-tim Eropa untuk melakukan perjalanan ke Amerika Selatan. FIFA awalnya menolak proposal ini, tetapi akhirnya diterima setelah Brazil mengancam akan mundur dari tuan rumah turnamen jika format ini tidak digunakan.

Dalam setiap grup setiap tim akan diberikan 2 poin untuk sebuah kemenangan, 1 poin untuk hasil imbang. Tidak ada metode untuk memisahkan tim yang mempunyai poin sama: jika nantinya ada, maka playoff akan diadakan untuk menentukan juara grup.
Seluruh turnamen diatur sedemikian rupa bahwa empat grup pada ronde / putaran pertama tidak memiliki dasar aturan letak geografis negara peserta. Brazil diizinkan untuk memainkan dua dari tiga pertandingan grup di Rio de Janeiro sementara pertandingan lainnya dimainkan di daerah sekitar São Paulo.

Ringkasan
Gabungan tim dari negara-negara kerajaan Inggris mengalahkan tim gabungan Eropa dengan skor 6-1 dalam pertandingan eksibisi pada tahun 1947 dan Inggris berangkat ke kompetisi ini sebagai salah satu favorit juara, Namun, itu tidak terjadi, karena mereka tereliminasi keluar dari turnamen pada tanggal 29 Juni 1950 setelah kalah secara mengejutkan dengan skor 1-0 oleh Amerika Serikat – Salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia 1950, ditambah lagi dengan kekalahan 1-0 mereka oleh Spanyol, menyebabkan Inggris harus tersingkir di putaran awal penyisihan grup. Italia, sang juara bertahan, kehilangan rekor tak terkalahkan mereka di putaran final Piala Dunia ketika mereka dikalahkan 3-2 oleh Swedia dalam pertandingan pembukaan grup 3. Karena kekalahan ini, Italia gagal lolos ke babak final grup.

Video: Film dokumenter tentang kekalahan Inggris atas Amerika Serikat – Piala Dunia 1950

Pada Babak final grup atau grup akhir, melibatkan tim yang menjadi juara pada grup pertama: Brazil, Spanyol, Swedia, dan juara Piala Dunia FIFA 1930, Uruguay, yang membuat penampilan Piala Dunia pertama mereka sejak memenangi turnamen ini pada edisi perdana. tim yang berhasil finish di puncak pada putaran grup final ini akan dinobatkan sebagai Pemenang Piala Dunia. Putaran grup terakhir menyajikan enam pertandingan yang dibagi antara Rio de Janeiro dan São Paulo. Brazil memainkan semua pertandingan babak final grup di Estádio do Maracanã di Rio de Janeiro, sementara permainan yang tidak melibatkan negara tuan rumah digelar di São Paulo. Brazil memenangkan dua pertandingan pertama mereka dengan skor 7-1 menghancurkan Swedia dan 6-1 melawan Spanyol. Sebelum pertandingan yang menentukan, Brazil sedang berada di puncak grup akhir dan memiliki satu pertandingan tersisa, yakni melawan Uruguay, yang berada di posisi kedua dan hanya terpaut satu angka di bawah pemuncak klasemen final grup.

Pada tanggal 16 Juli 1950, dengan disaksikan 199.954 penonton (beberapa memperkirakan 205.000 penonton) di Estádio do Maracanã, Rio de Janeiro, negara tuan rumah hanya membutuhkan hasil imbang melawan Uruguay dan trofi Jules Rimet akan menjadi milik mereka. Setelah kemenangan atas Spanyol dan Swedia, Tampaknya itu akan menjadi hal yang sangat mudah dilakukan Brazil, namun Uruguay membalikkan prediksi publik tuan rumah, mereka bisa mengalahkan tuan rumah Brazil dengan skor 2-1, dan akhirnya Uruguay menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya di depan ratusan ribu pasang mata di Maracanã. Kekalahan menakjubkan ini mengejutkan publik Brazil dan pada akhirnya peristiwa ini dikenal orang sebagai Maracanazo.

Jumlah rata-rata penonton jurang lebih 61.000 penonton per pertandingan, sangat dibantu oleh delapan pertandingan (termasuk lima pertandingan yang menampilkan Brazil) yang diadakan di stadion yang baru saja dibangun Maracanã, rekor penonton yang tidak akan pecah sampai Piala Dunia 1994.

Fakta Menarik Piala Dunia 1950

  1. Piala Dunia pertama setelah 12 tahun gagal digelar akibat Perang Dunia II. Brazil dipilih karena kondisi Eropa yang masih belum siap pasca perang.
  2. Untuk kali pertama diperkenalkannya trophy Piala Dunia dengan nama Piala Jules Rimet. Penamaan ini diberikan untuk menandai 25 tahun Jules Rimet menjadi presiden FIFA.
  3. Dari 16 negara yang seharusnya tampil ternyata hanya 13 negara saja yang hadir. Turki, Skotlandia, dan India mengundurkan diri setelah memastikan diri lolos ke putaran final. India mundur karena tidak mendapat izin dari FIFA untuk bermain tanpa alas kaki.
  4. Negara-negara utama dalam peta kekuatan sepakbola dunia tidak ikut berpartisipasi, baik saat putaran kualifikasi maupun putaran final. Di antaranya ada Jerman, Austria, Hungaria, Cekoslovakia, Polandia, dan Uni Soviet. Sedangkan Argentina menarik diri karena mereka menginginkan Piala Dunia itu digelar di negaranya. Begitu juga dengan Prancis, Portugal, dan Irlandia yang menolak untuk tampil di Brazil.
  5. Dalam menentukan juara, turnamen ini tidak melakukannya dengan menggelar sebuah pertandingan final. Tapi penentuan juara diputuskan lewat pertemuan empat tim yang lolos dari babak pertama, yakni Uruguay, Brazil, Swedia, dan Spanyol. Keempat tim saling bertemu dan peraih poin terbanyak berhak menjadi juara.
  6. Uruguay hanya bermain satu kali saja pada babak penyisihan grup dengan mengalahkan Bolivia 8-0. Kemenangan tunggal itu membuat Uruguay langsung bersaing dengan tiga tim juara grup lainnya di putaran final.
  7. Stadion Jornalista Mario Filho atau lebih dikenal Stadion Maracana secara khusus dibangun untuk penyelenggaraan Piala Dunia keempat ini. Stadion terbesar dengan kapasitas 95 ribu kursi ini bertempat di Rio de Janeiro, Brazil.
  8. Maracanazo, sebuah ucapan berbahasa Spanyol yang diberikan terhadap sukses Uruguay di Stadion Maracana. Tampil di hadapan 199.954 penonton, Uruguay berhasil mengalahkan tuan rumah, Brazil 2-1. Brazil sempat unggul 1-0 namun Uruguay mampu membalasnya lewat gol Juan Alberto Schiaffino dan Alcides Edgardo Ghiggia. Gara-gara kekalahan itu trophy Piala Dunia sempat terlupa diberikan kepada Uruguay. Alhasil, presiden FIFA Jules Rimet terpaksa turun ke lapangan dan menyerahkannya langsung kepada kapten Uruguay.
  9. Di Inggris sebuah surat kabar mencetak laporan dengan menulis Inggris menang 10-1 melawan Amerika Serikat. Fakta sebenarnya, Amerika justru yang mengalahkan Inggris 1-0 pada babak penyisihan grup.
  10. Untuk kali pertama jaket-jaket dari para pemain diberikan nomor punggung. Namun setiap pemain masih memakai nomor-nomor yang berbeda dalam setiap pertandingannya.

Pertandingan Terakhir Piala Dunia 1950 – Brazil vs Uruguay

Estádio do Maracanã, Rio de Janeiro – 16 Juli 1950

Susunan Pemain:
URUGUAY

Máspoli, M. González, Tejera, Gambetta, Varela, Andrade, Ghiggia, Pérez, Míguez, Schiaffino, Morán.

BRAZIL
Barbosa, Augusto, Juvenal, Bauer, Danilo, Bigode, Friaça, Zizinho, Ademir, Jair, Chico.

Wasit: George Reader (Inggris)
Penonton: 199.954

Skor Akhir: Brazil 1-2 Uruguay
Pencetak Gol: (Friaça 47′ – Schiaffino 66′, Ghiggia 79′)

Uruguay-Brazil 1950

Foto: Kapten Brazil, August (kiri) dan Obdulio Varela (kanan) kapten tim Uruguay, bertukar bendera sebelum kick-off pertandingan di Piala Dunia 1950 © FIFA.com

Sebuah rekor dunia untuk penonton sepakbola, menyambut kedua negara yang bertanding di Estádio do Maracanã di Rio de Janeiro penonton yang hadir hampir mendekati angka 200.000, tepatnya diperkirakan 199.954 pasang mata menyaksikan pertandingan ini Pada tanggal 16 Juli 1950.

Brazil menuju pertandingan terakhir babak grup final secara efektif, dengan mencetak total 13 gol dalam dua pertandingan grup final mereka. Sementara Uruguay mencetak gol hanya sebanyak lima melawan lawan yang sama dengan yang dihadapi tuan rumah Brazil pada babak grup final. Brazil adalah favorit untuk memenangkan trofi Jules Rimet dan diunggulkan untuk mendapat bonus besar sekitar £ 10.000 jika mereka mengangkat trofi piala dunia.

Hanya membutuhkan hasil imbang untuk memenangkan gelar Piala Dunia pertamanya, Brazil tidak bisa menahan godaan untuk menyerang di awal laga, tapi para pemain bertahan Uruguay bak batu karang yang kokoh dan membuat Ademir dkk. kewalahan. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Ademir akhirnya bisa menceploskan bola ke jala Friaça, yang menempatkan tuan rumah unggul dua menit memasuki babak kedua skor 1-0 untuk Brazil. Lalu datanglah kesalahan taktik. Pelatih Flavio Costa memberi instruksi kepada Jair untuk turun membantu memperkuat pertahanan. Tapi instruksi tersebut sepertinya tidak pernah sampai kepadanya dan rekan-renkannya, karena Brazil terus bermain dengan cara yang biasa mereka lakukan dengan menyerang. Unggul satu gol dan hanya membutuhkan hasil imbang, sebenarnya membuat Brazil berada dalam posisi yang sangat nyaman.

Kapten Uruguay berusia 34 tahun, Obdulio Varela menolak untuk menyerah begitu saja dan terus memimpin timnya untuk terus berjuang. Pemain sayap kanan Ghiggia adalah seorang pemain yang paling berbahaya sepanjang pertandingan dan pemain left-half Brazil, Bigode, memberinya terlalu banyak ruang di babak kedua. Setelah beberapa menit berselang, winger Uruguay Ghiggia mendapat umpan dari kapten Varela, melewati lawannya dan mengirim krosing ke Schiaffino untuk menceploskan gol penyama kedudukan pada menit ke-66.

Meskipun kebobolan dari Uruguay, Brazil tetap bermain menyerang namun usaha mereka gagal untuk menghasilkan lebih banyak gol. Sehingga Uruguay meningkatkan efektifitas serangan yang jauh lebih efektif terutama dari sisi sayap, pemain sayap Victor Andrade, yang merupakan keponakan dari José Andrade anggota skuad Uruguay di Piala Dunia tahun 1930, melakukan banyak pergerakkan berbahaya. Dengan 11 menit tersisa, Ghiggia berhasil melewati Bigode dan kali ini, malapetaka untuk Brazil datang ketika ia berlari ke arah gawang dan berhasil menceploskan bola di gawang kiper Brazil, Barbosa, Uruguay membalikkan keadaan dengan unggul 2-1 pada menit 79.

Video: Cuplikan pertandingan Brazil vs Uruguay: 1-2 – Piala Dunia 1950

Kurang lebih 10 menit kemudian, wasit meniup peluit panjang berakhirnya laga. Hal yang mustahil, diluar dugaan dan “tidak mungkin” telah terjadi. di depan hampir 200 ribu pasang mata di Maracanã yang megah Brazil kalah secara memalukan dan Uruguay bergabung dengan Italia sebagai dua kali pemegang juara Piala Dunia. Tangisan para fans Brazil terjadi di Estádio do Maracanã dan di jalan-jalan kota Rio. Meskipun menderita kekalahan menyakitkan, para pendukung Brazil di dalam stadion tetap memberikan applause luar biasa kepada pemenang trofi. Peristiwa ini juga dikenal dengan Maracanazo, Akhirnya momen ini mengakhiri pesta olahraga besar selama tiga minggu di Brazil. Hasil akhir mungkin tidak berpihak pada tuan rumah, tapi ini menandai kelahiran kembali Piala Dunia setelah absen selama 12 tahun.

Uruguay

Foto: Ghiggia mencetak gol kemenangan Uruguay 2-1 atas Brazil untuk memenangkan Piala Dunia 1950 © FIFA.com

Video: PARADISE LOST: film tentang Brazil vs Uruguay, Piala Dunia 1950 di Maracanã

Rangking
Juara: Uruguay
Runner-Up: Brazil
Peringkat 3: Swedia
Peringkat 4: Spanyol

Statistik Turnamen
Skor Tertinggi:

  • Brazil vs Swedia: 7-1 (Final Round)
  • Uruguay vs Bolivia 8-0 (Grup 4)

Total Gol: 88 (Rata-Rata Gol: 4,00 gol / pertandingan)
Topskor:
9 Gol: Ademir (Brazil)
5 Gol: Oscar Míguez (Uruguay)
Pencetak Gol Terbanyak Satu Pertandingan: Ademir, Brazil – 4 Gol
Penonton Terbanyak: 199.954 (Uruguay vs Brazil, Final Round)
Total Penonton: 1.069.354 (Rata-Rata Penonton: 48.607 / pertandingan)
Penampilan Perdana: Inggris

 

Hasil Lengkap Piala Dunia 1950

Grup 1
24 Juni 1950 – Brazil vs Meksiko 4-0 (Maracanã, Rio de Janeiro)
25 Juni 1950 – Yugoslavia vs Swiss 3-0 (Sete De Setembro (Independência), Belo Horizonte)
28 Juni 1950 – Yugoslavia vs Meksiko 4-1 (Eucaliptos, Porto Alegre)
28 Juni 1950 – Brazil vs Swiss 2-2 (Pacaembu, São Paulo)
1 Juli 1950 – Brazil vs Yugoslavia 2-0 (Maracanã, Rio de Janeiro)
2 Juli 1950 – Swiss vs Meksiko 2-1 (Eucaliptos, Porto Alegre)

Tim GP W D L GS GC P
Brazil 3 2 1 0 8 2 5
Yugoslavia 3 2 0 1 7 3 4
Swiss 3 1 1 1 4 6 3
Meksiko 3 0 0 3 2 10 0


 

Grup 2
25 Juni 1950 – Spanyol vs Amerika Serikat 3-1 (Durival de Britto, Curitiba)
25 Juni 1950 – Inggris vs Chili 2-0 (Maracanã, Rio de Janeiro)
29 Juni 1950 – Amerika Serikat vs Inggris 1-0 (Sete De Setembro (Independência), Belo Horizonte)
29 Juni 1950 – Spanyol vs Chili 2-0 (Maracanã, Rio de Janeiro)
2 Juli 1950 – Spanyol vs Inggris 1-0 (Maracanã, Rio de Janeiro)
2 Juli 1950 – Chili vs Amerika Serikat 5-2 (Ilha do Retiro, Recife)

Tim GP W D L GS GC P
Spanyol 3 3 0 0 6 1 6
Inggris 3 1 0 2 2 2 2
Chili 3 1 0 2 5 6 2
Amerika Serikat 3 1 0 2 4 8 2


 

Grup 3
25 Juni 1950 – Swedia vs Italia 3-2 (Pacaembu, São Paulo)
29 Juni 1950 – Swedia vs Paraguay 2-2 (Durival De Britto, Curitiba)
2 Juli 1950 – Italia vs Paraguay 2-0 (Pacaembu, São Paulo)

Tim GP W D L GS GC P
Swedia 2 1 1 0 5 4 3
Italia 2 1 0 1 4 3 2
Paraguay 2 0 1 1 2 4 1


 

Grup 4
2 Juli 1950 – Uruguay vs Bolivia 8-0 (Sete De Setembro (Independencia), Belo Horizonte)

Tim GP W D L GS GC P
Uruguay 1 1 0 0 8 0 2
Bolivia 1 0 0 1 0 8 0


Final Round

9 Juli 1950 – Brazil vs Swedia 7-1 (Maracanã, Rio de Janeiro)
9 Juli 1950 – Uruguay vs Spanyol 2-2 (Pacaembu, São Paulo)
13 Juli 1950 – Brazil vs Spanyol 6-1 (Maracanã, Rio de Janeiro)
13 Juli 1950 – Uruguay vs Swedia 3-2 (Pacaembu, São Paulo)
16 Juli 1950 – Swedia vs Spanyol 3-1 (Pacaembu, São Paulo)
16 Juli 1950 – Uruguay vs Brazil 2-1 (Maracanã, Rio de Janeiro)

Tim GP W D L GS GC P
Uruguay 3 2 1 0 7 5 5
Brazil 3 2 0 1 14 4 4
Swedia 3 1 0 2 6 11 2
Spanyol 3 0 1 2 4 11 1

Komentar Pengunjung

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com