Classic Football: Kilas Balik Piala Dunia 1930

Pada 25 May 2014 02:04 WIB

Oleh: Bram Carella

primer-campeonato-mundial-de-futbol-uruguay-1930

Foto: Poster Piala Dunia Uruguay 1930

FIFA World Cup 1930 atau Piala Dunia 1930 adalah Piala Dunia FIFA pertama, kejuaraan dunia untuk tim nasional sepak bola pria. Kejuaraan ini berlangsung di Uruguay dari 13 sampai 30 Juli 1930. Semua pertandingan Piala Dunia pertama ini dimainkan di ibukota Uruguay di Montevideo, sebagian besar digelar di Estadio Centenario di Montevideo, yang dibangun pada 1930 dan memang sudah dipersiapkan untuk turnamen ini.

Piala Dunia 1930 menjadi satu-satunya turnamen Piala Dunia yang berlansung tanpa babak kualifikasi. Semua anggota FIFA pada waktu itu diundang untuk ikut ambil bagian, Namun dikarenakan minimnya pilihan transportasi kala itu, sebagian besar negara Eropa memilih absen.

Beberapa tim Eropa mengeluhkan keputusan FIFA yang menunjuk Uruguay sebagai tuan rumah Piala Dunia dan sebagian besar negara Eropa lebih memilih untuk tidak ikut berpartisipasi dalam Piala Dunia pertama ini karena keterbatasan dan sulitnya transportasi pada saat itu, jarak tempuh menuju Amerika Selatan menggunakan kapal laut memakan waktu yang sangat panjang. Selain itu para pemain dari Eropa takut kehilangan pekerjaan tetap mereka ketika mereka pulang dari Uruguay.

Gambar: Logo Piala Dunia 1930

Gambar: Logo Piala Dunia 1930

Uruguay terpilih sebagai negara penyelenggara pertama Piala Dunia, yang diputuskan 1 tahun sebelumnya, tepatnya pada saat Kongres Federation Internationale de Football Association (FIFA) di Barcelona, Spanyol pada 1929 yang merupakan hasil dari kongres FIFA setahun

Gambar: Logo Piala Dunia 1930

Gambar: Logo Piala Dunia 1930

sebelumnya di Amsterdam, Belanda, pada 26 Mei 1928 yang menghasilkan keputusan untuk menggelar turnamen sepakbola dunia dan diikuti oleh semua anggota FIFA. Italia, Belanda, Spanyol, Swedia dan Uruguay adalah kandidat tuan rumah kejuaraan dunia pertama dan semua menyatakan minat, tapi hanya Uruguay saja yang dianggap oleh FIFA siap untuk menggelar turnamen ini, diantaranya Uruguay bersedia menanggung semua biaya perjalanan dan menanggung semua biaya penginapan, serta membangun stadion baru, padahal pada saat itu Uruguay sedang mendapat permasalahan ekonomi.

Uruguay ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama pada tahun 1930 dengan beberapa pertimbangan diantaranya; Uruguay akan merayakan seratus tahun konstitusi pada 1930 dan pertimbangan selanjutnya ialah Uruguay berhasil menjuarai cabang sepak bola Olimpiade 1924 di Paris, Perancis.

Keputusan Jules Rimet, Presiden FIFA saat itu, memilih Uruguay sebagai penyelenggara pertama Piala Dunia cukup tepat, terbukti kemudian Uruguay kembali menjuarai Olimpiade Amsterdam 1928 setelah mengalahkan Argentina di final.

 

13 negara peserta Piala Dunia 1930:

7 dari Amerika Selatan (Uruguay, Argentina, Brazil, Bolivia, Chili, Paraguay dan Peru)

4 dari Eropa (Belgia, Perancis, Rumania dan Yugoslavia)

2 dari Amerika Utara (Meksiko dan Amerika Serikat)

 

Semua negara peserta turnamen di kelompokkan menjadi 4 grup, dengan aturan pemenang dari masing-masing grup maju ke babak semifinal.

Argentina, Uruguay, Amerika Serikat dan Yugoslavia menjadi pemenang grup masing-masing dan berhak untuk lolos ke fase selanjutnya yaitu babak semi final.

Di final, tuan rumah dan tim favorit juara Piala Dunia saling berhadapan.

Di partai puncak Uruguay berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 4-2 di depan 93.000 pasang mata, dan menjadi negara pertama yang memenangkan Piala Dunia.

Video: Dokumenter Piala Dunia 1930

 

Fakta-fakta menarik di Piala Dunia 1930

Dengan rata-rata lebih dari tiga gol per pertandingan, pemain bertangan satu mencetak gol di final, pelatih menjadi wasit, pemain meminta untuk berhenti karena ada ujian di kampusnya dan empat tim berbagi kapal laut yang sama untuk sampai ke Uruguay, adalah sebagian dari cerita unik yang terjadi di Piala Dunia 1930 dan menarik untuk disimak, berikut ini adalah 18 fakta unik dan menarik pada Piala Dunia 1930.

  1. Piala Dunia 1930 menjadi satu-satunya turnamen Piala Dunia yang berlangsung tanpa babak kualifikasi. Semua anggota FIFA pada waktu itu diundang untuk ambil bagian, Namun karena minimnya pilihan transportasi kala itu, tim Eropa memilih absen dan hanya tim asal benua Amerika yang menyambutnya, seperti Argentina, Brazil, Bolivia, Chili, Meksiko, Paraguay, Peru dan Amerika Serikat. Presiden FIFA Jules Rimet mengintervensi turnamen ini dengan mengundang empat tim Eropa bergabung, yaitu Belgia, Perancis, Rumani dan Yugoslavia dengan jaminan semua biaya transportasi dan penginapan akan ditanggung Uruguay.
  2. Kontroversi untuk pertama kalinya terjadi di Piala Dunia, pada laga kedua di Grup 1, antara Argentina dan Perancis, berakhir lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Wasit Almeida Rego asal Brazil secara kontroversial mengakhiri laga pada sekitar menit ke-84, atau enam menit sebelum waktu normal berakhir, kedudukan waktu itu 1-0 untuk Argentina, padahal saat itu Marcel Langiller (pemain perancis) berada di depan gawang dan berkesempatan untuk menyamakan kedudukan sehingga menimbulkan keributan besar di lapangan namun akhirnya bisa berakhir setelah wasit asal brazil tersebut menyuruh semua pemain meninggalkan lapangan.
  3. Pelatih Bolivia Ulises Saucedo ditunjuk menjadi wasit pada pertandingan antara Argentina melawan Meksiko di Grup 1, kemudian ia memberikan tiga penalti kontroversial.
  4. Laga antara Rumania melawan Peru di Grup 3 mengukir rekor sebagai pertandingan Piala Dunia dengan penonton paling sedikit. Diperkirakan, hanya 300 penonton yang menyaksikan pertandingan ini, meski catatan resmi menyatakan pertandingan dihadiri sekurangnya 2.459 penonton.
  5. Di Rumania, Raja Carol II memilih sendiri pemain-pemain yang akan diberangkatkan ke Uruguay, memberikan libur selama tiga bulan dari pekerjaan mereka di Rumania dan Raja Carol II memberikan jaminan pekerjaan tetap kepada seluruh pemain sepulang dari Uruguay.
  6. Lucien Laurent pemain asal Perancis mencetak gol pertama dalam sejarah Piala Dunia pada pertandingan pertama grup 1 antara Perancis melawan Meksiko.
  7. Kiper Amerika Jimmy Douglas adalah kiper pertama di turnamen Piala Dunia FIFA yang berhasil clean-sheet pada saat pertandingan Amerika melawan Belgia di grup 4.
  8. Dua laga semi-final, antara Argentina vs Amerika Serikat dan Uruguay vs Yugoslavia, berakhir dengan skor sama, 6-1.
  9. Yugoslavia, merupakan negara Eropa satu-satunya yang berlayar menuju Uruguay secara independen dengan menggunakan kapal MS Florida.
  10. Belgia, Perancis dan Rumania berangkat ke Uruguay dengan menggunakan kapal yang sama, SS Conte Verde, berangkat dari Barcelona pada 22 Juni 1930. Ini juga merupakan salah satu perjalanan yang paling signifikan di sejarah sepak bola, bersama diantaranya Presiden FIFA, Jules Rimet dengan Trofi Piala Dunia dan Jean Langenus, Wasit Belgia yang akan memimpin partai Final. Kemudian kapal SS Conte Verde berhenti sejenak di Rio de Janeiro untuk menjemput seluruh anggota skuad Brazil lalu kemudian berhenti lagi di Santos di mana pemain-pemain Brazil membeli pisang, jeruk dan nanas. Akhirnya, pada tanggal 4 Juli 1930, kapal tiba di Montevideo di mana mereka disambut oleh 10.000 orang Uruguay.
    Tim dari Belgia, Perancis dan Rumania berpose bersama di atas ss conte verde

    Foto: Skuad Belgia, Perancis dan Rumania berpose bersama Jules Rimet saat perjalanan menuju Uruguay di atas kapal SS Conte Verde

    ConteVerde

    Foto: SS Conte Verde

  11. Penentuan juara ketiga dan keempat di turnamen Piala Dunia 1930 ditentukan dengan sistem peringkatoleh FIFA. Amerika Serikat menjadi juara ketiga dan Yugoslavia sebagai juara keempat.
  12. Pemain Argentina, Manuel Ferreira keluar sementara dari turnamen ini setelah satu pertandingan alasannya untuk mengikuti ujian masuk universitas dan digantikan oleh Guillermo Stábile, yang langsung mencetak hat-trick pada pertandingan pertamanya melawan Meksiko, kemudian Sabile memenangkan Golden Boot dengan 8 gol dalam 4 pertandingan, ia dijuluki dijuluki “El Filtrador”.
  13. Diperkirakan sekitar 10 hingga 15.000 fans Argentina melawat ke Uruguay untuk menyaksikan negaranya tampil di final. Namun karena panjangnya waktu perjalanan menggunakan kapal laut, tak ada satu pun yang tiba sebelum kick-off.
  14. Partai final Piala Dunia 1930 dilangsungkan dengan dua bola. Bola pertama merupakan bola milik Argentina dan digunakan di babak pertama, sementara bola kedua milik Uruguay yang dipakai pada babak ke-2.
  15. Tanggal 30 Juli, yang merupakan hari ketika Uruguay keluar sebagai juara Piala Dunia 1930, dan hari tersebut dijadikan sebagai hari libur nasional di Uruguay.
  16. Lima hari setelah Piala Dunia bergulir, stadion tempat diselenggarakan partai final, Estadio Centenario di Montevideo baru mendapat izin untuk menggelar pertandingan. Sebelumnya, pertandingan digelar di stadion yang lebih kecil milik klub Nacional dan Penarol.
  17. Francisco Varallo (yang bermain sebagai striker untuk Argentina) merupakan nggota skuad Final Piala Dunia 1930 yang meninggal dunia paling akhir, yakni pada 30 Agustus 2010 lalu.
  18. Final Piala Dunia FIFA 1930 adalah pertandingan juara dan finalis Olimpiade 1928, Uruguay dan Argentina.

 

Hasil Pertandingan & Klasemen Grup

Babak Penyisihan Grup

Grup 1

Tim

Main

M

S

K

MG

KG

SG

Poin

Argentina

3

3

0

0

10

4

+6

6

Chili

3

2

0

1

5

3

+2

4

Perancis

3

1

0

2

4

3

+1

2

Meksiko

3

0

0

3

4

13

–9

0

13 Juli 1930: Perancis 4-1 Meksiko
15 Juli 1930: Argentina 1-0 Perancis
16 Juli 1930: Chili 3-0 Meksiko
19 Juli 1930: Chili 1-0 Perancis
19 Juli 1930: Argentina 6-3 Meksiko
22 Juli 1930: Argentina 3-1 Chili

Grup 2

Tim

Main

M

S

K

MG

KG

SG

Poin

Yugoslavia

2

2

0

0

6

1

+5

4

Brazil

2

1

0

1

5

2

+3

2

Bolivia

2

0

0

2

0

8

–8

0

14 Juli 1930: Yugoslavia 2-1 Brazil
17 Juli 1930: Yugoslavia 4-0 Bolivia
20 Juli 1930: Brazil 4-0 Bolivia

Grup 3

Tim

Main

M

S

K

MG

KG

SG

Poin

Uruguay

2

2

0

0

5

0

5

4

Rumania

2

1

0

1

3

5

–2

2

Peru

2

0

0

2

1

4

–3

0

14 Juli 1930: Rumania 3-1 Peru
18 Juli 1930: Uruguay 1-0 Peru
21 Juli 1930: Uruguay 4-0 Rumania

Grup 4

Tim

Main

M

S

K

MG

KG

SG

Poin

Amerika Serikat

2

2

0

0

6

0

+6

4

Paraguay

2

1

0

1

1

3

–2

2

Belgia

2

0

0

2

0

4

–4

0

13 Juli 1930: Amerika Serikat 3-0 Belgia
17 Juli 1930: Amerika Serikat 3-0 Paraguay
20 Juli 1930: Paraguay 1-0 Belgia

Babak Knockout
Semifinal
26 Juli 1930: Argentina 6-1 Amerika Serikat
Gol: (Luisito Monti 20′, Alejandro Scopelli 56′, Guillermo Stabile 69′, 87′, Carlos Peucelle 80′, 85′ – James Brown 89′)
27 Juli 1930: Uruguay 6-1 Yugoslavia
Gol: (Pedro Cea 18′, 67′, 72′, Peregrino Anselmo 20′, 31′, Santos Iriarte 61′ – Branislav Sekulić 4′)

* S: Seri, K: Kalah, MG: Memasukkan Gol, KG: Kemasukkan Gol, SG: Selisih Gol

Final
30 Juli 1930: Uruguay 4-2 Argentina
Gol: (Pablo Dorado 12′, Pedro Cea 57′, Victoriano Santos Iriarte 68′, Hector Castro 89′ – Carlos Peucelle 20′, Guillermo Stabile 37′)

Topskor
8 gol – Guillermo Stábile (Argentina)
5 gol – Pedro Cea (Uruguay)
4 gol – Bert Patenaude (Amerika Serikat)
3 gol – Carlos Peucelle (Argentina), Preguinho (Brazil), Peregrino Anselmo (Uruguay), Ivan Bek (Yugoslavia)

Rangking
Juara: Uruguay
Runner-up: Argentina
Peringkat 3: Amerika Serikat
Peringkat 4: Yugoslavia

Statistik Turnamen
Total Pertandingan: 18
Jumlah Gol: 70 gol (3,9 gol/pertandingan)
Total Penonton: 590.549 (32.808 penonton/pertandingan)

 

Final Piala Dunia 1930

centenario2

Foto: Estadio Centenario

Pertandingan final dimainkan di Estadio Centenario di kota Montevideo (Uruguay) pada tanggal 30 Juli 1930. Gerbang pintu stadion dibuka untuk umum pada tepat pukul 08:00 pagi, enam jam sebelum kick-off pertandingan dimulai, dan pada saat menjelang tengah hari stadion sudah penuh sesak oleh penonton, pertandingan final Piala Dunia 1930 ini secara resmi dihadiri oleh sekitar 93.000 penonton.

bola argentina

Foto: Bola Argentina

bola uruguay

Foto: Bola Uruguay

Tepat pada pukul 15:30 waktu Montevideo atau (pukul 01:30 WIB pada 31 Juli 1930), Pertandingan final Piala Dunia 1930 siap digelar, Terjadi peristiwa menarik jelang dimulainya pertandingan, terjadi sebuah ketidaksepakatan ketika kedua tim tidak setuju dengan siapa yang akan menyediakan bola untuk pertandingan, hal ini mengakibatkan FIFA untuk campur tangan pada masalah ini dan membuat keputusan yang cukup adil dan bisa diterima oleh kedua pihak; Bola milik Argentina dipakai pada babak pertama dan Bola milik Uruguay dipakai pada babak kedua.

uruguay vs argentina 1930

Foto: Uruguay dan Argentina memasuki lapangan (Final Piala Dunia 1930)

World Cup Final 1930 Montevideo, Uruguay, Uruguay 4 v Argentina 2. Belgian referee John Langenus looks on as Uruguay's captain Jose Nasazzi shakes hands with Argentina's Manuel Ferreira.

Foto: José Nasazzi (Uruguay) dan Manuel Ferreira (Argentina)

José Nasazzi dan Manuel Ferreira, kapten masing-masing tim saling tukar cindera mata dan koin tos, pertandingan dipimpin wasit yang berpengalaman Jean Langenus dari Belgia.

Menit-menit awal kedua tim masih mencoba meraba-raba pola permainan masing-masing, tapi setelah 12 menit berlalu, tim tuan rumah memimpin ketika tembakan Pablo Dorado masuk ke gawang kiper Uruguay, Juan Botasso 1-0 untuk Uruguay. Delapan menit kemudian, skor kembali imbang ketika Carlos Peucelle menerima umpan dari Francisco Varallo dan menaklukkan kiper Uruguay, Enrique Ballesteros dengan tembakan kerasnya, pada menit ke-20 skor sama kuat 1-1. di penghujung babak pertama Argentina berhasil memimpin pada menit ke-37 setelah Guillermo Stabile mencetak gol, tapi itu menjadi salah satu insiden paling kontroversial pertandingan ini. Ketika ia menerima bola, Stabile tampak sudah berada dalam posisi offside, protes dilakukan pemain Uruguay tapi wasit, Langenus tidak merubah keputusannya. Skor 1-2 untuk Argentina pada saat turun minum.

Di babak kedua dengan menggunakan bola milik Uruguay sesuai kesepakatan sebelum pertandingan, Uruguay berhasil mencetak gol penyama kedudukan, ketika Pedro Cea mencetak gol di menit 57. Skor menjadi 2-2, Pada babak kedua setelah skor menjadi sama kuat 2-2 kedua tim memiliki beberapa peluang emas untuk mencetak gol. Terutama Argentina dengan dikomandoi trio penyerang mematikan di lini depan; Peucelle, Evaristo dan Stabile ketiganya saling bergantian melakukan ancaman pada gawang tuan rumah. Namun Uruguay, bukan tim sembarangan pemegang medali emas Olimpiade 1924 dan 1928 ini menjawab ancaman Argentina pada menit ke-68 ketika Santos Iriarte berhasil mencetak gol ke gawang Argentina dari jarak sekitar 25 meter. Langsung membuat seisi Stadion Centenario bergemuruh, hanyut dalam perayaan gol yang membuat Uruguay unggul 3-2.

Hector Castro

Foto: Gol Hector Castro – Uruguay 4-2 Argentina (Final Piala Dunia 1930)

Beberapa menit kemudian, Topskor Piala Dunia 1930, Stabile hampir saja menggagalkan pesta kemenangan Uruguay, ketika tendangannya mengenai mistar gawang, tapi kemudian momen krusial terjadi, tapi bukan untuk Argentina melainkan Uruguay yang berhasil mencetak gol keempat. gol yang membuat skor menjadi 4-2 terjadi pada penghujung laga dicetak melalui tandukan Hector Castro, yang meneruskan umpan silang Dorado. Castro – Seorang pemain yang tidak mempunyai tangan kiri, tiba-tiba menjadi pahlawan nasional. El Manco (si lengan satu) julukan Castro, ia mencetak satu-satunya gol Uruguay dalam pertandingan pembukaan Uruguay melawan Peru, tapi kemudian tidak dimainkan lagi di pertandingan selanjutnya. Sekarang ia dipasang kembali di partai final dan tak ada yang menduga ia mencetak gol yang memastikan Uruguay menjuarai Piala Dunia. Satu menit kemudian Peluit akhir dibunyikan dan Uruguay merayakan pesta besar, menjadi juara Piala Dunia! Orang-orang menari di jalan-jalan Montevideo sepanjang malam dan hari-hari berikutnya. Sehari setelah final pemerintah Uruguay menjadikannya sebagai hari libur nasional .

pesta kemenangan Uruguay

Foto: Uruguay merayakan kemenangan 4-2 atas Argentina di final Piala Dunia 1930

Pertandingan final Piala Dunia 1930 berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan tuan rumah, Uruguay (setelah tertinggal 2-1 pada jeda babak pertama) ini adalah gelar ketiga Uruguay dalam kurun waktu enam tahun setelah Uruguay berhasil meraih medali emas Olimpiade cabang sepakbola di Paris 1924 dan Amsterdam 1928.

Video: Highlight Pertandingan Final Piala Dunia 1930: Uruguay vs Argentina: 4-2

uruguay squad

Foto: Poster Skuad Uruguay di Final Piala Dunia 1930

Susunan Pemain

uruguay kitUruguay

GK Enrique Ballestreros
RB José Nasazzi (c)
LB Ernesto Mascheroni
RH José Andrade
LH Álvaro Gestido
CH Lorenzo Fernández
IR Héctor Scarone
IL Pedro Cea
OR Pablo Dorado
CF Héctor Castro
OL Santos Iriarte
Pelatih:
Alberto Suppici

argentina kitArgentina
GK Juan Botasso
RB José Della Torre
LB Fernando Paternoster
RH Pedro Suárez
LH Juan Evaristo
CH Luis Monti
IR Manuel Ferreira (c)
IL Francisco Varallo
OR Mario Evaristo
CF Guillermo Stábile
OL Carlos Peucelle
Pelatih:
Francisco Olazar
Juan José Tramutola

URU-ARG_1930

Stadion: Estadio Centenario, Montevideo (Uruguay)
Penonton: 93.000

John_Langenus_The_football_arbitrator_a_judging_first_final_of_the_World_championships_1930_year

Foto: Wasit Jean Langenus (Belgia)

Wasit: Jean Langenus (Belgia)
Hakim Garis: Ulises Saucedo (Bolivia) Henri Christophe (Belgia)

Komentar Pengunjung

One Comment

  1. JJ

    25 May 2014 at 14:35

    wkkaaaka… bisa bisanya 4tim berangkat boyongan naik kapal bareng2 kaya jama’ah haji aja… :v
    yg paling lucu lagi brasil eh udah dijemput di rio masih aja minta mampir d santos buat beli buah-buahan hahaha… unik.. nih emang PD 30.
    keren nambah pengetahuan nih artikelny..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com