3 Hal Yang Membuat Kisruh Sepakbola Indonesia Tak Akan Pernah Usai

Pada 26 May 2015 15:01 WIB

fdsinews.com – Setelah melihat berbagai macam dialog tentang sepakbola di TV dan membaca forum-forum medsos yg membahas sepakbola, saya mencoba mengambil kesimpulan ada 3 hal yg jika itu masih ada, maka sampai kapanpun kekisruhan di sepakbola Indonesia tak akan pernah usai.

3 hal itu yg pertama :
KPSSI dan para pemujanya TAUNYA HANYA bahwa Persebaya 1927 itu tidak mau degradasi dan maunya main dikasta teratas tp mereka TAK MAU CARI TAU ato TAU TP PURA2 TIDAK TAU kenapa Persebaya 1927 ga mau degradasi, kenapa maunya main dikasta teratas. Padahal klo kembali kebelakang, mereka lupa mulai di era LIGINA (Penyatuan Galatama dan Perserikatan) sudah 2 kali Persebaya terdegradasi dan tak ada namanya penolakan pd saat itu, ini bs jadi bukti klo Persebaya bukan tdk mau didegradasi klo prosesnya bener.
Ini yg terus dan sampai kapan pun akan diperjuangkan Bonek dgn jalan apapun itu. Kita liat siapa yg bs menggoyang zona nyaman KPSsI ? Ya BONEK. Maaf ini tanpa bermaksud mengecilkan arti perjuangan teman2 dr kelompok seporter yg lain, tp disetiap kejadian yg menggangu zona nyaman mereka pastilah Bonek yg dituding ada dibelakang itu semua. Menpora disebut Bonek, yg demo2 Bonek, pokoknya semua2 pasti ulah Bonek.
Sebenarnya mereka juga ga mau klo Surabaya (baca disini Bonek) kehilangan tim di Liganya PT LI kala mematikan Persebaya dibuktikan dgn diciptakannya Persebaya yg lain dipoles sedemikian rupa (Dream Team) dgn harapan Bonek2 beralih dan memberikan dukungannya dgn begitu tak akan ada lg yg menggangu zona nyaman mereka.
Tapi ternyata Bonek masih setia pada Persebaya-karanggayam dan tak mau berpaling walau sudah dikasih pengganti.
Semoga saja “kaset lama” yg mulai usang itu tidak rusak pitanya dan temen2 Bonek tdk pernah lelah utk terus memutarnya jk ada yg bertanya walaupun si penanya saat diputar kaset itu manggut2 tp stlh itu “TAUNYA HANYA” dan “TAK MAU CARI TAU” ato “TAU TP PURA2 TIDAK TAU”

Yang ke dua :
Ini menyangkut statuta yg menyatakan bahwa PSSI dan Operator Liga mempunyai wewenang untuk menentukan siapa saja peserta yg berhak bermain di kompetisi. (dibahas JokDri di ILC )
Memang tidak ada yg salah pada statuta ini, namun bs jadi salah klo statuta ini diartikan sbg kewenangan penuh tanpa adanya pertimbangan2. Maksudnya begini :
Mau team itu legalitasnya asli trus aspek verifikasi gradenya A tp klo PSSI dan PT LI bilang nggak, sebaliknya pun begitu mau teamnya bodong trus aspek verifikasi gradenya D tp ko PSSI dan PT LI bilang ya.
Mungkin bahasa gaulnya ” Suka-suka guelah mana saja team yg boleh main emang masalah buat elo” pacman emoticon
Dan itulah yg terjadi saat ini, kita lihat bagaimana ada team yg main di ISL yg ngaku sudah profesional tp masih terlilit masalah tunggakan gaji pemain, ada jg team yg masih dipermasalahkan legalitasnya tp bs bermain di ISL.

Yang ke tiga :
Belum adanya pihak yg berani buka suara tentang adanya mafia, pdhl PSSI sudah buka front “Ayo klo memang ada mafia, buktikan!”.
Kita sering mendengar santernya di divisi-divisi bawah klo mau promosi ada tarifnya, mau ga degradasi ada tarifnya, mau menang ada tarifnya, mau dapat pinalty ada tarifnya, mau lawan kena kartu merah ada tarifnya dsb, tp itu semua (maaf) spt bau kentut yg ada baunya tp wujudnya ga ada. Mereka yg tau akan adanya hal ini baik itu Manajer tim, pengurus, pelatih,pemain tak ada yg berani buka suara. Yg masih hangat tentunya Kasus sepakbola gajah PSS-PSIS, para pemain pelatih dan pengurus klub yg terkena hukuman dan merasa sbg pihak yg dikorbankan pun tak berani buka suara siapakah dalang dr ini semua. Kasus Johan Ibo pun berhenti begitu saja. Bahkan seorang SIM pun blm berani buka suara, ingat pendzoliman Persebaya dimulai dr adanya statement SIM yg merasa Persebaya terus dirugikan akan membongkar kebobrokan PSSI (era NH), maka dimulailah pendzoliman pada Persebaya sampai saat ini.
Kita tentunya tidak boleh juga menjudge mereka penakut tanpa bertanya “kejadian apa sih yg akan menimpa mereka klo buka suara akan hal ini?”
Mungkin saja klo kita tau alasan mereka utk bungkam, kita pun akan bungkam seperti mereka walau tau adanya mafia.
Salut utk rekan kita yg mempunyai nyali sangat besar spt mas Apung Widadi yg berani bersuara akan hal ini walau akhirnya harus berurusan dgn hukum. like emoticon

3 hal inilah yg klo masih ada dan terjadi maka kisruh sepakbola Indonesia tak akan pernah berakhir.

(Levy N Moha)

Komentar Pengunjung

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com